Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Rental mobil di jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rental mobil di jogja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2013

Siluet cantik Candi Ratu Boko

detikTravel Community -  

Traveler tentu tahu kemegahan Candi Ratu Boko di timur Kota Yogyakarta. Anda yang pernah datang ke sana pasti ingin kembali menginjakkan kaki di bekas pelataran kerajaannya. Senjanya indah, romantis, dengan langit merah menyala.
Candi Ratu Boko terletak di perbatasan DIY dan Jateng, tepatnya di Prambanan. Lokasinya berada di perbukitan 3 km dari Candi Prambanan atau 20 km dari Kota Yogyakarta. Candi Ratu Boko dibangun oleh Dinasti Syailendra. Pada Komplek Candi Ratu Boko terdapat kolam pemandian, bangunan resepsi (Pasebani), tempat tinggal putri Raja (Keputren). Terdapat reruntuhan Gua Laki-Laki serta Gua Perempuan dan fungsi Ratu Boko masih belum diketahui.
Exotica Jogja akan membantu anda menjangkau tempat eksotis ini. Segera kontak kami di 0818 0404 8080 dengan paket seewa mobil Rp.500.000 untuk 12 jam.

Senin, 14 Oktober 2013

Borobudur di Pagi Hari

Saat berada di kawasan Candi Borobudur, indahnya mentari siap menyapa Anda di pagi hari. Bergegaslah ke bukit Punthuk Setumbu. Dijamin, Anda pasti terkesima oleh kecantikan Candi Borobudur.
Awalnya, saya cuma ingin keliling sekitar Yogyakarta saja. Namun rute traveling saya kali ini berubah setelah mengetahui nama tempat wisata Punthuk Setumbu. Nama bukit ini berada di Desa Karangrejo, kira-kira 4 km dari Candi Borobudur. Inilah salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan mentari terbit di Borobudur.
Turis asing biasanya lebih mengenal dengan nama Borobudur Nirvana Sunrise. Bulan terbaik untuk berkunjung adalah Mei-Juli, saat cuaca cerah.

Lewat internet, saya berusaha mencari cara menuju ke lokasi itu. Singkat cerita, maka saya mulai jalan dari losmen tempat saya menginap di Malioboro pukul 04.00 WIB. Bermodal nekat dan rasa ingin tahu, saya tembus dinginnya angin subuh.
Tibalah saya di depan gate candi. Maksud hati ingin bertanya kepada bapak-bapak yang lagi bersantai, tapi dia malah menawarkan guide ke lokasi. Namun saya lebih memilih untuk jalan sendiri. Dari gerbang candi belok kiri melewati Hotel Manohara hingga masuk ke pedesaan.
Dengan percaya diri, saya jalan dengan panduan maps di ponsel yang saya harapkan bisa membawa saya ke lokasi. Masih diharapkan, jadi belum tentu lho!
Benar saja kata bapak tadi, Saya pun tersasar masuk ke desa dengan jalan kecil yang kiri kanan hutan gelap. Satu-satunya penerangan cuma dari motor saya ini. Berputar-putar tak jelas, akhirnya saya bertemu warga sekitar yang sedang beraktivitas.
Hasil bertanya beberapa warga, akhirnya saya tiba di bukit Punthuk Setumbu. Di lokasi sudah disediakan lahan parkir yang cukup untuk beberapa mobil dan motor.
Turis asing dan lokal dikenakan Rp 15.000 sudah termasuk biaya masuk dan segelas teh manis hangat atau kopi untuk di atas bukit. Sediakan senter kecil karena jalan yang menanjak curam, gelap dan licin karena embun pagi.
Perjuangan tidak sia-sia karena pemandangan dari sini sangat indah. Dari kejauhan terlihat siluet Gunung Merapi dan puncak Candi Borobudur yang diselimuti kabut dan hijaunya pepohonan.
Beberapa fotografer sudah standby untuk menjepret matahari terbit. Perlahan langit berubah warna jadi oranye dan dari balik puncak Merapi muncul mentari oranye bulat sempurna. Momen indah ini sangat langka bagi saya sebagai orang kota.
Dari awal saya perhatikan, cuma saya dan 2 orang fotografer saja yang turis lokal. Selebihnya malah turis asing yang lebih melimpah. Ternyata para turis asing itu ikut tur Borobudur Sunrise dari hotel dekat di Borobudur.
Beberapa hotel lainnya juga menyediakan tur serupa dengan lokasi yang berbeda dengan membayar sekitar Rp 200.000. Kalau saya, lebih memilih yang murah saja.

Sabtu, 28 September 2013

Objek Wisata Terbaik di Indonesia


Jakarta - Cipta Award atau yang berkepanjangan Citra Pesona Wisata adalah penghargaan dari Kemenparekraf untuk objek wisata terbaik di Indonesia. Dari sekian banyak, terpilih 9 pemenang. Apa saja?

2013 Adalah tahun keempat diadakannya Cipta Award dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Tujuan utamanya adalah mengapresiasikan daya tarik wisata yang selama ini sudah ada untuk semakin dikembangkan dan maju.

"Daya tarik wisata yang bisa terpilih bukan mereka yang terbaik, tapi bagaimana mereka mengelola dengan baik, memberi efek positif bagi masyarakat sekitar dan tetap menjaga alam," tutur Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim dalam acara pembukaan Cipta Award 2013 di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (27/9/2013) malam.

Jadi, bukan berarti objek wisata yang besar dan terkenal pasti jadi jawaranya. Bukan tidak mungkin juga, objek wisata kecil bisa jadi pemenang. Menurut Firmansyah, selama objek wisata tersebut memenuhi kriteria, kemungkinan menang selalu ada.

Kemenparekraf menambahkan, penghargaan ini jadi dorongan semangat bagi para pengembang destinasi wisata di seluruh Indonesia. Agar semakin memajukan objek-objek wisata yang ada dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.

"Semoga di tahun ke depannya makin banyak yang jadi lebih baik," tutur Kemenparekraf, Mari Elka Pangestu dalam acara yang sama.

Untuk penghargaan kali ini, ada 9 yang diberikan untuk masing-masing kategori. Beberapa objek wisata tidak bisa lagi masuk jadi pemenang karena sudah 3 kali berturut-turut jadi pemenang. Berikut 9 kategori pemenang penghargaan Cipta Award 2013:

1. Daya Tarik Wisata Alam yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD dimenangkan oleh Pura Ulun Danu Bratan di Bali.

2. Daya Tarik Wisata Alam yang dikelola oleh BUMS dimenangkan oleh Agrowisata Hutan Mangrove Lagoi di Riau.

3. Daya Tarik Wisata Alam yang dikelola oleh LSM, masyarakat atau perseorangan dimenangkan oleh Pulau Kakaban di Kalimantan Timur.

4. Daya Tarik Wisata Budaya yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD dimenangkan oleh Benteng Vredeburg di Yogyakarta.

5. Daya Tarik Wisata Budaya yang dikelola oleh BUMS dimenangkan oleh The Blanco Renaissance Museum di Bali.

6. Daya Tarik Wisata Budaya yang dikelola oleh LSM, masyarakat atau perseorangan dimenangkan oleh Desa Wisata Panglipuran di Bali.

7. Daya Tarik Wisata Buatan yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD dimenangkan oleh Owabong di Jawa Tengah.

8. Daya Tarik Wisata Buatan yang dikelola oleh BUMS skala kecil dimenangkan oleh Kampung Sampireun di Jawa Barat.

9. Daya Tarik Wisata Buatan yang dikelola oleh BUMS skala besar dimenangkan oleh Jatim Park 1, Jawa Timur.

Jumat, 02 Agustus 2013

Desa Wisata di Sleman Siap Sambut Wisatawan

Sebanyak 13 desa wisata yang tersebar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan keunikan potensi dan keramahan masyarakat siap menyambut wisatawan pada Lebaran 2013.

"Desa-desa wisata di Sleman siap menyambut wisatawan, baik itu sebelum Lebaran tiba ataupun setelah merayakan Lebaran, Pengelola desa wisata siap menyambut dan menerima kunjungan wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi, Kamis (1/8/2013).

Menurut dia berbagai sarana penunjang disiapkan termasuk juga paket ataupun kegiatan atraksi wisata yang ditawarkan khususnya saat Lebaran.

"Keberadaan desa wisata di Sleman ini diharapkan dapat memberikan warna lain bagi pariwisata di Sleman. Oleh sebab itu, diharapkan agar masing-masing desa wisata berani untuk menampilkan keunikan dan perbedaannya dengan desa wisatayang lain," katanya.

Ia mengatakan, masing-masing desa wisata pastinya bisa menampilkan yang unik. Itulah yang menjadikan desa wisata dapat dikenang wisatawan.

"Dengan demikian wisatawan akan merasa senang dan kerasan tinggal di desa wisata," katanya.

Ayu mengatakan berkait dengan kesiapan menyambut Lebaran tahun ini, sebagian pengelola desa wisata antusias untuk menyambut wisatawan disaat Lebaran.

"Sebanyak 13 desa wisata yang siap untuk menerima wisatawan pada libur Lebaran tahun ini, diantaranya desa wisata Tanjung siap setiap saat," tutur Ayu.

Sementara desa wisata Brayut mulai H-3, Sidoakur mulai H+2, Pulesari, Grogol dan Omah Dome mulai H+3, Kelor H+4, Gamplong dan Trumpon H+5. Kemudian, Desa Wisata Gabugan dan Sukunan H+7 dan Kembangarum H+10.

"Beberapa desa wisata justru di kala Lebaran sudah penuh karena datangnya para pemudik. Sebagian pengelola lebih siap menerima kunjungan wisatawan maksimal mulai seminggu setelah lebaran usai," tambahnya.

Pengelola Desa Wisata Gamplong Arif mengatakan saat Lebaran justru desa wisata ini tidak bisa menerima tamu yang menginap.

"Justru kami siap menerima tamu yang ingin datang dan berbelanja kerajinan di tempat kami," katanya.

Desa wisata Gamplong berada di Moyudan, Sleman, dengan ciri khas produk kerajinan ATBM berbahan baku lidi , mendong dan enceng gondok.

Sementara pengelola Desa Wisata Kelor Bangunkerto Turi Endro mengutarakan bahwa selama empat hari setelah hari H lebaran pihaknya telah menerima pesanan untuk kegiatan trah, outbond, dan paket wisata mancing.

"Seminggu setelah lebaran masih terbuka  bagi wisatawan untuk berliburan dan beraktivitas di Desa Wisata Kelor," katanya.
Sumber : Antara

Sabtu, 27 Juli 2013

Nampang di Tugu Jogja

 detikTravel Community - 
Rasanya, hampir semua wisatawan menyukai Kota Yogya. Selain banyaknya destinasi wisata, satu hal yang dapat Anda rasakan saat melancong ke Yogya adalah kenyamanan. Masyarakatnya pun terkenal ramah. Yogya selalu membuat rindu.

Ini adalah cerita alasan saya mencintai Kota Yogya. Inilah kota yang istimewa dan punya banyak sebutan, dari Kota Gudeg hingga Kota Pelajar. Kota Yogya pun punya moto, "Yogya Berhati Nyaman". Saya setuju dengan moto itu.

Kenyamanan adalah hal pertama yang saya rasakan ketika menapakan kaki di Kota Yogya. Kotanya punya banyak tempat wisata, seperti Keraton Yogya, alun-alun, kawasan Malioboro hingga beberapa monumen terkenal.

Banyak wisatawan yang datang ke tiap-tiap tempat wisata. Banyak yang foto-foto, atau sekedar duduk di alun-alun untuk berbincang. Yogya adalah Kota Pelajar. Tak heran, banyak universitas di sini yang didatangi oleh calon-calon mahasiswa dari luar wilayah Yogya.

Saat malam hari, suasana Yogya lebih istimewa. Cahaya dari lampu kota berpadu dengan gagahnya bangunan-bangunan tua yang berdiri di sana. Suasana menjadi romantis! Yogya, tak bisa sya berkata-kata lagi soal nyaman, cantik, dan indahnya kotamu.

Selasa, 16 Juli 2013

Lava Tour dan Desa Wisata

SLEMAN, KOMPAS.com - Obyek wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikunjungi sebanyak 150.160 wisatawan selama liburan sekolah. "Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan sebanyak 50.000 wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Selasa (16/7/2013).

Menurut Ayu, pencapaian tersebut dinilai diluar perkiraan karena liburan akhir sekolah bertepatan dengan bulan puasa sehingga hal ini menggembirakan. "Ini merupakan sesuatu hal yang membanggakan," katanya.

Menurut Ayu, akumulasi angka kunjungan wisatawan selama liburan akhir sekolah tersebut dihitung 17 hari sejak 28 Juni hingga 14 Juli 2013 di berbagai destinasi wisata.

"Penyebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi kunjungan ke obyek wisata Kaliurang sebanyak 15.430 wisatawan yang meliputi Taman Rekreasi Anak (3.452 wisatawan), Taman Nasional Gunung Merapi (4.543 wisatawan), Jeep Wisata Kaliurang (3.520 wisatawan), dan Museum Ullen Sentalu (3.322 wisatawan)," katanya.

Kemudian, Candi Prambanan dikunjungi 85.103 wisatawan yang terdiri 73.985 wisatawan nusantara dan 11.118 wisatawan mancanegara. Selanjutnya Candi Ratu Boko 11.352 wisatawan meliputi 11.159 wisatawan nusantara dan 193 wisatawan mancanegara, Volcano Tour Cangkingan 27.125 wisatawan.

Museum Gunungapi Merapi dikunjungi 6.460 wisatawan meliputi 6.330 wisatawan nusantara dan 130 wisatawan mancanegara dan Monumen Jogja Kembali sebanyak 13.678 wisatawan.

"Selain itu wisatawan yang berkunjung ke beberapa desa wisata tercatat 2.364 wisatawan, yang terdiri atas Desa Wisata Sidoakur (85 wisatawan), Desa Wisata Tanjung (109 wisatawan), Gamplong (200 wisatawan), Pentingsari (360 wisatawan), dan Pulesari (1.610 wisatawan)," tambah Ayu.

Selasa, 04 Juni 2013

Menikmati Sate Klatak

WWW.REKOMENDASI.ME
Nikmatnya Sate Klatak Khas Yogyakarta
KOMPAS.com - Sudah beberapa kali saya pergi ke Yogyakarta tetapi belum pernah nyobain sekalipun sate klatak yang sudah sangat terkenal di daerah ini. Memang lokasinya lumayan jauh dari pusat kota. Anda harus menempuh kira-kira 25 menit ke daerah Jalan Imogiri.
Daerah ini terkenal dengan pusat penjual sate klatak, banyak penjual sate klatak di sepanjang jalan ini. Kami malam ini bertiga bersama sahabat pergi menuju ke Sate Klatak Pak Pong sekitar pukul 22.00.
Sate klatak itu sangat khas, potongan daging kambing yang cukup besar-besar dan tusuk satenya dari jeruji besi sepeda. Dan ternyata rasanya sedikit asin tetapi gurih dan disajikan tanpa sambal kecap. Beda dengan menu sate kambing pada umumnya.
sate-klatak
Dalam satu porsi terdiri dari dua tusuk saja, tetapi selain potongan dagingnya cukup besar, dalam satu tusuk isinya juga lumayan banyak. Hmm... enak nih sate klataknya, daging empuk dan terasa sedikit garing. Kita juga diberi satu piring kuah gule sebagai tambahan. Tapi kalau Anda mau pakai sambal kecap, tinggal minta, nanti disediakan.
Akhirnya kesampaian juga saya makan sate klatak di Yogyakarta. Memang sate ini unik dan nikmat. Sangat menyenangkan bisa menikmati salah satu kuliner khas di Kota Gudeg ini. (Frans)

Sabtu, 01 Juni 2013

Pantai Pok Tunggal

Ada banyak pantai cantik di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Salah satu yang harus Anda kunjungi adalah Pantai Pok Tunggal. Pantai ini menawarkan pasir putih yang bersih, panjang dan aduhai.


Pantai Pok Tunggal memang dikenal sebagai pantai pasir putih yang indah dan bersih. Bibir pantainya begitu panjang, dan seksi karena dikelilingi dengan tebing yang tinggi dan indah.

Karena masih sepi, traveler pun bisa berlarian bebas di sana. Tak hanya itu, di pantai ini traveler juga bisa digunakan untuk berenang di sebelah barat. Kita juga dapat berfoto di atas tebing yang tinggi nan indah yang mengelilingi pantai ini.

Senin, 18 Februari 2013

Memandang Kota Jogja dari Gunung Api Purba

menyinari manusia yang ingin menikmati pergantian antara cahaya bintang-bulan bergantikan dengan cahaya matahari. Di  Yogyakarta, tepatnya di Gunung Kidul, ada satu tempat dimana Anda dapat menjadi saksi pertukaran antara malam dan pagi, dan menjadi saksi hilangnya cahaya bulan-bintang dengan cahaya yang tak kalah indah, tempat itu bernama Gunung Api Purba, yang berlokasi di desa Nglanggeran, kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta.
13596317181086279665Gambar: Tampak Bentuk Gunung Api Purba
Gunung Api Purba Nglanggeran berasal dari kata Planggaran yang mempunyai makan sertiap ada perilaku jahat pasti tertangkap/ketahuan. Ada yang menuturkan Gunung Nglanggeran berasal dari kata Langgeng yang artinya aman dan tentram. Kawasan ekowisata Gunung Api Purba ini dikelola oleh pemuda karang taruna setempat. Selain menikmati pemandangan Yogyakarta dari puncak Gunung Api Purba, ada juga dapat menikmat bentangan sawah yang menyegarkan mata Anda saat menuju ke kawasan Gunung Api Purba. Gunung Api Purba ini memiliki lima puncak yaitu Puncak Gunung Kelir, Puncak Gunung Gedhe, Kawah Gunung Api Purba, Gunung Burhu, dan Gunung Blencong.
13596320741928404102
Gambar: Bentangan Sawah Menuju Gunung Api Purba.
Jarak lokasi Gunung Api Purba dari bandara interansional Adi Sutjipto hanya berkisar 20+KM, dapat ditempuh hanya 30 menit saja. Tiket masuk pun cukup murah, hanya dengan mengeluarkan uang Rp, 3.000 saja Anda sudah dapat mendaki dan sampai pada puncak untuk menikmati pemandangan Yogyakarta dari puncak.

Dari atas Gunung Api Purba ini kita dapat menyaksikan secara utuh luasnya keindahan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dari Atas sini kita bisa menyaksikan Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu yang eksotis. Namun sayang ketika saya berkunjung ke tempat ini tiba-tiba turun hujan yang menggagalkan rencana saya melihat Gunung Merapi membuka bajunya dari balutan kabutan awan putih.

Jadi, jika Anda berkunjung ke Yogyakarta jangan sungkan untuk mengunjungi Gunung Api Purba ini, setelah Anda puas menyaksikan keindahan dari Puncak Gunung Api Purba, Anda dapat melanjutkan perjalanan Anda di Gunung Kidu dengan mengunjungi eksotisme pantai-pantainya yang indah dan terkenal.
Sumber: kompasiana.kompas

Sabtu, 12 Januari 2013

Parangkusumo, Pantai Cinta di Yogyakarta

Masih membahas tempat wisata nich guys, karena kalau di Jogja tidak membahas tempat wisata rasanya tidak afdzoll,hhehe. Wisata kali ini masih tetap berada di kawasan selatan Jogjakarta. Tebak hayo? Pasti semua sudah tahu kan apa itu?
Yupz bener banget, PANTAI.
Karena di selatan Jogjakarta wisata yang tersohor adalah pantai. Entah kenapa wisata air yang satu ini banyak menarik perhatian seemua orang, terutama untuk para wisatawan local maupun mancanegara. Para wisatawan dapat menikmati indahnya sunset di sore hari, maupun saat terbitnya matahari. Hembusan air laut serta deburan ombak juga menambah keindahan pesona pantai.
Pantai ini berada masih berdampingan dengan pantai Parangtritis dan pantai Depok yang memang sudah tersohor. Selain itu, suasananya pun juga tidak kalah ramainya dengan pantai parangtritis, karena di tempat tersebut banyak keunikan dan cirri khas tersendiri. Sehingga dengan keunikannya itu yang membuat para wisatawan betah berada di pantai dan menikmati indahnya wisata air di Jogja. Untuk menuju ke pantai ini sangatlah mudah, karena berdampingan dengan pantai Parangtritis. Anda bisa dating ke pantai Parangtritis terlebih dahulu, barulah anda berjalan ke barat. Dan tak lama anda sudah tiba di pantai Parangkusumo. Mudah kan……
Wisata air ini adalah pantai Parangkusumo yang beralamat di Parangkusumo, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Indonesia. Pantai ini juga tidak kalah terkenalnya dengan pantai Parangtritis. Keunikan dari pari pantai ini yaitu terdapat gumuk pasir putih yang memang sangat indah untuk dipandang. Selain itu di sana juga terdapat banyak para penjual berbagai macam obat-obatan, parfum, ada juga tukang pijat, gurah mata, dan tukang sulap, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Untuk suasana di pantai ini tidak jauh beda dengan pantai Parangtritis, karena tempatnya yang juga berdampingan. Keunikan yang beda dari pantai lainnya yaitu ketika malam tanggal 1 suro untuk kalender jawa, ataupun bisa disebut tanggal 1 Muharram.
Penasaran kenapa di pantai Parangkusumo pada tanggal itu sangat unik???? Mau tau???
Nichh saya kasih tau bocorannya, tapi sedikit aja ya???
1357977701549920297
suasana pantai Parangkusumo
Kenapa di pantai Parangkusumo pata malam tanggal 1 suro atau 1 Muharram mempunyai keunikan tersendiri. Karena pada saat itu warga kraton Jogjakarta atau biasa disebut Abdi Dalem Kraton mengadakan kegiatan rutin tahunan yaitu ritual Pelabuhan Pusaka dan Pencucian Pusaka. Ritual ini hanya dilakukan ketika malam tanggal 1 suro saja, tepatnya pas pada jam 12 malam saat pergantian tanggal. Acara ritual labuhan ini juga tidak beda dengan lelabuhan lainnya, bedanya ritual labuhan kali ini juga di tambah dengan pencucian pusaka-pusaka yang dimiliki kraton.
Saat malam tanggal 1 suro banyak para pengunjung yang ramai-ramai dan berbondong-bondong untuk dating ke pantai dan melihat ritual lelabuhan tersebut. Saat pusaka telah dilabuh, banyak para warga maupun pengunjung yang berebut untuk mendapatkan kembang kantil yang diikut sertakan saat pusaka dilabuh. Mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek semuanya berebut mendapatkan kembang kantil. Entah untuk apa kembang kantil tersebut, saya juga tidak tau menahu. Namun acara seperti itu yang banyak menarik para turis asing untuk datang dan melihat langsung kegiatannya. Karena acara seperti itu tidak pernah dilihat sebelumnya.
Nahhh selain acara ritual dari kraton, yang menjadi keunikan lainnya yaitu di pendapa pantai Parangkusumo juga terdapat pertunjukkan wayang sehingga menambah keramaian di tempat ini. Selain itu juga terdapat kemistisan yang beda dari pantai lain. Yaitu mistis Batu Cinta yang merupakan tempat pertemuan Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul. Banyak yang datang untuk sekedar berziarah ke Batu Cinta yang memang diyakini juga dapat membantu melepaskan beban berat yang ada pada diri seseorang dan menumbuhkan kembali semangat hidup. Selain itu juga diyakini bahwa segala jenis permintaan akan terkabul bila mau memanjatkan permohonan di dekat Batu Cinta. Tak heran, ratusan orang tak terbatas kelas kerap mendatangi kompleks ini pada hari-hari yang dianggap sakral.
13579780531985347605
Lokasi Batu Cinta
Selain menikmati suasana mistis di Batu Cinta dan melihat prosesi labuhan, anda juga bisa berkeliling pantai dengan naik kereta kuda. Anda akan diantar menuju setiap sudut Parangkusumo, dari sisi timur ke barat. Sambil naik kereta kuda, anda dapat menikmati pemandangan hempasan ombak besar dan desau angin yang semilir. Ongkos sewa kereta kuda dan kusir sendiri tak terlampau mahal, hanya Rp 20.000,00 untuk sekali keliling.
135797865874764425
dok. pribadi
Bila lelah, Parangkusumo memiliki sejumlah warung yang menjajakan makanan. Banyaknya jumlah peziarah membuat wilayah pantai ini hampir selalu ramai dikunjungi, bahkan hingga malam hari. Cukup banyak pula para peziarah yang menginap di pantai ini untuk memanjatkan doa. Bagi anda yang ingin merasakan pengalaman spiritual di Parangkusumo bisa bergabung dengan para peziarah itu untuk bersama berdoa.
Untuk lebih detailnya anda bisa datang langsung ke Jogja dan menikmati semua tempat wisata yang eksotis di Jogja, terutama untuk kemistisanyan. Pantai Parangkusumo mengajak anda merasakan pengalaman spiritual tak terlupakan, melawati Batu Cinta sekaligus mengenang pertemuan Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul.
Semoga anda betah berlibur di Jogja.
Sumber: kompasiana.kompas.com

Rabu, 09 Januari 2013

Ayo ke Desa Wisata Sleman

SLEMAN, KOMPAS.com - Sebanyak 11 desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menerima kunjungan wisatawan pada liburan akhir tahun ini.
"Ada 11 desa wisata yang menyatakan siap untuk menerima kunjungan tamu pada libur akhir tahun ini. Saat ini mereka telah bersiap diri untuk menyuguhkan potensi masing-masing untuk memberikan kepuasan bagi para wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Untoro Budiharjo, Rabu (26/12/2012).
Menurut Untoro, dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan desa wisata ini terdapat forum komunikasi desa wisata yang dimaksudkan sebagai jalinan komunikasi antar desa wisata sekaligus untuk menciptakan kompetisi positif diantara desa wisata.
"Kami juga memberi pelatihan manajemen kepada pengelola desa wisata guna mendukung pengembangan desa wisata serta memberikan pelatihan keterampilan seperti pelatihan pembuatan suvenir, pelatihan masakan khas dan kuliner, pelatihan pemandu wisata, pelatihan pengelolaan homestay dan studi lapangan," katanya.
Untoro mengatakan, pihaknya juga melakukan pendampingan dan fasilitasi bagi pengembangan desa wisata melalui Forum Komunikasi Desa wisata untuk menjalin kerja sama antar pengelola desa wisata serta menjalin hubungan antara desa wisata dan pemerintah.
Di Kabupaten Sleman saat ini terdapat 38 desa wisata yang terbagi dalam tiga kategori, yakni desa wisata tumbuh, desa wisata berkembang dan desa wisata mandiri. "Saat ini terdapat 12 desa wisata yang masuk kategori tumbuh yakni desa wisata rumah Domes, Candi Abang, Nawung, Bokesan, Tunggularum, Ngamboh, Pajangan, Grogol, Jamur, Kadisobo dan Kaliurang Timur," katanya.
Desa wisata yang masuk dalam kategori berkembang diantaranya desa wisata Garongan, Gamplong, Sangubanyu, Malangan, Brajan, Mlagi, Sendari, Gabugan, Dukuh, Turgo, Petung dan Ledoknongko.
"Sedangkan 13 desa wisata yang sudah masuk dalam kategori desa wisata mandiri adalah Desa Wisata Kelor, Kembangarum, Pentingsari, Srowolan, Brayut, Plempoh, Sambi, Ketingan, Nganggring, Jethak II, Sukunan, Tanjung dan Trumpon," tambah Untoro.
Sumber : Antara

Selasa, 01 Januari 2013

Apa Resolusi "Traveling" Anda di 2013?

KOMPAS.com – Jika Anda termasuk pelancong sejati atau sering berwisata, maka buatlah resolusi di tahun baru ini untuk urusan “traveling”. Cari hal-hal unik dan di luar kebiasaan Anda saat berwisata.

Begitu pula bila Anda termasuk jarang berwisata. Tahun 2013 berarti saatnya Anda perbanyak waktu berlibur. Kalau Anda terbiasa menyimpan cuti hingga bulan-bulan terakhir, maka di tahun 2013 manfaatkan cuti Anda.

Atau, punya sisa cuti di tahun 2012? Maka sempatkan waktu berlibur untuk menghabiskan cuti Anda itu. Pertimbangkan resolusi di 2013 berikut ini. Beberapa terinspirasi dari artikel yang ditayangkan CNNGo.com.

Lakukan perjalanan solo.
Bila Anda terbiasa berwisata dalam grup atau rombongan, cobalah berwisata sendirian. Entah Anda perempuan maupun laki-laki, Anda harus mencoba melakukan perjalanan seorang diri.

Ada banyak destinasi wisata di Indonesia yang memungkinkan Anda untuk berpergian seorang diri. Sebut saja seperti Bali, Bandung, Yogyakarta, bahkan Manado ataupun Flores. Selama perjalanan, Anda akan belajar mandiri dan belajar mengenal diri Anda lebih mendalam.

Kabur dari rombongan.
Ikut perjalanan bisnis dengan rekan-rekan kantor? Atau, wisata bersama teman-teman? Luangkan waktu sejenak untuk diri Anda sendiri.

Misalnya usai rapat dan urusan pekerjaan, “kabur” ke obyek wisata terdekat. Tak perlu ajak yang lain, biarkan diri Anda menjelajahi tempat-tempat asing sendirian.

Pun begitu saat Anda ikut rombongan. Bangunlah lebih pagi dan jelajahi tempat-tempat menarik di sekitar Anda menginap. Jika Anda berwisata dan menginap di pantai di Indonesia, kegiatan di Tempat Pelelangan Ikan menjadi hal yang menarik.

Belajar bahasa asing walau sedikit.
Sebelum berkunjung ke sebuah destinasi wisata, tak ada salahnya Anda belajar bahasa setempat. Bila luar negeri yang akan Anda tuju, sedikit belajar percakapan sehari-hari bisa menjadi modal.

Jangan selamanya mengandalkan Bahasa Indonesia saat pelesir dalam negeri maupun Bahasa Inggris saat pelesir luar negeri. Berwisata tak sekedar jalan-jalan menyenangkan, namun ada proses pembelajaran di setiap langkahnya.

Tak hanya saat melakukan perjalanan luar negeri, lakukan hal sama saat Anda hendak berkunjung ke destinasi wisata di Indonesia. Biasakan memanggil seseorang dengan sapaan sesuai bahasa daerah setempat. Banyak wisatawan asal Jakarta menyapa seseorang dengan panggilan “Mas” dan “Mbak”, walau ia sedang berada di daerah luar Pulau Jawa.

Bagaimana cara belajar bahasa daerah? Cari saja teman yang berasal dari daerah tersebut. Atau, datangi restoran yang menjual makanan daerah tersebut, dan pelajari beberapa kosa kata ringan seperti “terima kasih”, “tolong”, “maaf”, “harga”, “di mana”, dan sebagainya.

Tunjukan rasa hormat Anda dengan berbicara bahasa setempat. Walaupun hanya sedikit, penduduk lokal yang Anda ajak bicara akan merasa dihargai. Ini juga cara agar Anda mudah akrab dengan penduduk lokal.

Gunakan biro perjalanan wisata.
Kebalikan dari resolusi di atas, jika Anda terbiasa berwisata ala backpacker atau menyusun sendiri tur Anda, lakukan sebaliknya.

Ada kenyamanan dan keasyikan tersendiri jika menggunakan biro perjalanan wisata. Jangan gunakan hanya untuk memesan tiket, namun lakukan secara lengkap, mulai dari pemesanan hotel sampai paket tur, bahkan tempat makan.

Cukup utarakan keinginan Anda pada biro perjalanan wisata pilihan, mulai dari destinasi yang ingin dikunjungi dan kegemaran Anda. Lalu, biarkan mereka yang menyusunnya semua. Anda tinggal duduk dan menikmati semua perjalanan yang sudah dirancang. Anda pun tak repot menyusun rencana, semua tinggal terima beres.

Ikuti arus ketenaran. Bila Anda termasuk yang seirng melancong, ada kecenderungan untuk menghindari tempat-tempat turistik. Apalagi wisata ala backpacker, akan lebih memilih tempat-tempat yang digemari penduduk lokal.

Nah, sesekali rancang perjalanan wisata yang sebaliknya. Kunjungi tempat-tempat turistik yang selama ini Anda hindari. Makan di restoran yang sedang tenar dan sebagian besar pengunjungnya adalah turis.

Lakukan pula hal ini jika Anda menjadi penduduk lokal di sebuat destinasi wisata favorit. Jadilah turis di kampung halaman Anda sendiri. Sebuah pengalaman baru akan hadir.

Putus hubungan dengan pekerjaan. Hidup di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, ada kecenderungan walau mengambil cuti dan berlibur keluar kota, pekerjaan tetap mengikuti. Saatnya benar-benar merancang liburan tanpa pekerjaan sama sekali.

Matikan smartphone Anda yang terhubung dengan pekerjaan. Jangan bawa laptop Anda. Sebisa mungkin, bebaskan diri Anda dari dunia digital. Kalau perlu tinggalkan saja smartphone. Bawa saja telepon genggam yang hanya berfungsi untuk telepon dan SMS. Lalu, nikmati benar-benar liburan Anda.

Jangan merasa bersalah dengan kantor Anda. Jika Anda membawa pekerjaan saat berlibur, pulang-pulang Anda hanya merasa memerlukan liburan lagi. Pikiran yang rileks selepas liburan akan membuat Anda lebih produktif saat bekerja.

Mulai menabung. Jika destinasi wisata impian Anda tak pernah bisa diwujudkan, coba pikir apa yang menghalangi Anda. Biasanya adalah urusan uang. Maka, tahun ini, menabunglah untuk mewujudkan wisata impian Anda.

Hitung total pengeluaran yang kira-kira Anda akan habiskan untuk perjalanan Anda termasuk tiket pesawat dan hotel. Lalu menabunglah dengan cara menyicilnya per bulan. Memang terkesan lama, tetapi saat hal itu benar-benar terwujud, saat itu akan menjadi perjalanan yang tak akan pernah Anda lupa.

Lakukan hal ekstrem. Anda takut ketinggian? Maka pilih aktivitas wisata yang menantang ketinggian, misalnya bungy jumping.

Pilih aktivitas wisata yang menantang diri Anda. Ajak teman untuk menyemangati Anda. Kegiatan ini cocok terutama untuk Anda yang sehari-hari bekerja dalam rutinitas hingga hidup terasa monoton dan teratur.

Tentu pilih kegiatan yang tetap dalam koridor aman. Tak selalu hal ekstrem berarti berhubungan dengan wisata olahraga. Sebab setiap orang pasti memiliki ketakutan sendiri-sendiri. Bisa jadi, mengelus singa di Taman Safari menjadi hal ekstrem bagi Anda yang takut pada binatang.

Minggu, 30 Desember 2012

Kaliurang dan Vulcano Tour

SLEMAN, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih mengandalkan objek wisata Kaliurang dan Vulcano Tour di kawasan Gunung Merapi sebagai destinasi unggulan wisata pada libur akhir tahun.
"Selain dua objek wisata alam lereng Gunung Merapi tersebut, destinasi unggulan lainnya adalah Candi Prambanan, Museum Gunungapi Merapi (MGM), dan Monumen Jogja Kembali (Monjali)," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Untoro Budiharjo, Minggu (30/12/2012). Menurut dia, menjelang masa liburan akhir tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman melakukan berbagai persiapan guna memberikan layanan kepada wisatawan, di antaranya mengkondisikan destinasi wisata di kawasan Kaliurang, Vulcano Tour, dan desa wisata.
"Kami juga menempatkan petugas untuk monitoring berbagai objek wisata, seperti Menara Pandang dan Tlogo Putri di Kaliurang, kawasan Vulcano Tour dan Museum Gunungapi Merapi," katanya. Sedangkan untuk memenuhi aspek keamanan objek wisata, pihaknya menjalin kerja sama dan berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian di masing-masing lokasi, maupun dengan Polisi Pariwisata.
Ia mengatakan pada malam menjelang tahun baru nanti sejumlah atraksi hiburan akan digelar di sejumlah objek wisata, di antaranya di kawasan Kaliurang (Tlogo Putri). Terkait dengan itu, Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS), Disbudpar Sleman, dan Pemerintah Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, berkolaborasi menyelengarakan rangkaian kegiatan dalam menyambut pergantian tahun dari 2012 ke 2013. Rangkaian kegiatan tersebut di antaranya pergelaran musik dangdut dari Ikatan Orkes Melayu (IKOM) Sleman, serta pesta kembang api.
"Kemudian tim pengelola objek wisata Volcano Tour di Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, menyelenggarakan acara pada Senin 31 Desember mulai pukul 20.30 WIB berupa pentas musik campursari dari Kreasi Sekar Langit," katanya. Kemudian dilanjutkan dengan api unggun. "Pada Selasa 1 Januari 2013 dari pukul 10.00 hingga 16.00, digelar musik dangdut/orkes melayu," katanya. Untoro mengatakan atraksi kesenian juga digelar di Desa Wisata Kembangarum, Kecamatan Turi, berupa kolaborasi musik etnis, baca puisi, pemutaran film layar lebar, tari topeng, serta pesta kembang api, dan peresmian rumah sesepuh.

Sabtu, 22 Desember 2012

Lima Tempat Asyik untuk Liburan Bareng Bunda di DI Yogyakarta

Traveling ke Yogyakarta saat libur panjang akhir pekan adalah pilihan yang tepat. Mumpung bertepatan dengan Hari Ibu, tidak ada salahnya Anda mengajak Bunda jalan-jalan ke 5 destinasi menarik di Kota Gudeg itu.

Dikumpulkan detikTravel, Sabtu (22/12/2012) inilah 5 tempat di Yogyakarta yang asyik untuk dikunjungi bersama Bunda:

1. Pasar Beringharjo

Bagai agenda wajib, Pasar Beringharjo adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan ketika traveling ke Yogyakarta. Di sana, Anda bisa mengajak Bunda keliling pasar dan belanja aneka jenis batik.

Ya, Pasar Beringharjo memang terkenal sebagai sentra penjualan batik di Yogya. Ada banyak jenis kerajinan batik yang bisa Anda dan Bunda lihat, mulai dari pakaian batik, kain batik, hingga tas dan kalung berbahan dasar batik. Harga semua barang ini pun bervariasi, semua tergantung model, bahan dan jenis batik.

Jalan-jalan ke Pasar Beringharjo bersama Bunda semakin berkesan dengan memberikan kejutan kecil untuk Bunda. Belilah sebuah barang, kemudian berikan kepadanya sebagai hadiah. Mungkin semua ini belum seberapa dibanding seluruh pengorbanan yang Bunda berikan, tapi pasti menggembirakan untuknya. Oh iya, jangan lupa untuk bisikkan kata "Aku Sayang Ibu."

2. Malioboro

Destinasi kedua yang bisa Anda kunjungi saat liburan di Yogya bersama Bunda adalah Malioboro. Siapa yang tak kenal kawasan ini. Malioboro adalah salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi turis, baik siang atau pun malam.

Sama seperti Pasar Beringharjo, Malioboro juga menjual aneka barang yang terbuat dari batik. Baju, celana, tas, bahkan syal yang terbuat dari bahan batik juga. Beragam oleh-oleh khas Yogya yang murah meriah juga ada, sebut saja gelang dan aneka kalung.

Jika ingin mengajak Bunda, cobalah ajak pada malam hari. Saat itu Malioboro ramai dipenuhi kios yang menjual aneka dagangan, dan juga warung makan dadakan. Pertama-tama ajaklah Bunda menikmati santap malam di tempat makan lesehan dengan menu gudeg khasnya. Setelah itu, mulailah jalan menyusuri Malioboro. Lihat satu persatu kios yang ada, dan nikmati suasana Yogya pada malam hari bersama Bunda di sini.

3. Pantai Sundak di Gunungkidul

Jika ingin mengajak Bunda jalan-jalan sambil menikmati indahnya alam, tak ada salahnya jika memilih Gunungkidul. Ini adalah salah satu kabupaten yang tersohor di DI Yogyakarta dan terkenal karena keindahan pantainya.

Ada banyak pantai cantik yang tersaji di sepanjang Gunungkidul. Salah satu yang paling keren adalah Pantai Sundak. Ajaklah Bunda untuk datang ke sana dan ajak beliau menikmati asyiknya bersantai di pinggir pantai, sembari mencicipi kelapa muda dingin.

Ajak pula Bunda jalan bertelanjang kaki untuk merasakan lembutnya pasir di Pantai Sunda. Jangan lupa untuk bergaya di depan bukit kapur yang eksotis di sekitar Pantai Sundak, dan abadikan dalam jepretan kamera.

4. Kotagede

Ini dia destinasi lain yang tak kalah asyik untuk dikunjungi bersama Bunda, yaitu Kotagede. Kotagede sudah lama dikenal sebagai sentra pembuatan kerajinan perak. Tak heran kalau tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ada banyak sentra pembuatan perak yang bisa dikunjungi. Dengan sigap, para pengrajin akan menunjukkan cara pembuatan perak dan memperlihatkan kerajinan perak yang sudah jadi.

Pertama-tama, para pengrajin akan menjelaskan pembuatan perak, mulai dari cara mencari serpihan perak hingga menjadikannya benang atau bentuk padat lainnya. Kemudian, Anda akan dijelaskan pula bagaimana menghias perhiasan atau suvenir berikut alat-alat yang digunakan. Setelah itu, Anda dan Bunda akan diajak melihat langsung prosesnya di sebelah ruang guide

Asyiknya lagi, beberapa tempat pembuatan perak mempersilakan turis untuk belajar membuat perhiasan sendiri. Anda dan Bunda pun bisa mencoba langsung. Usai itu, langsung datang ke show room dan belilah beberapa perhiasan yang menarik untuk Anda, dan tentu Bunda.

5. Desa Krebet

Melihat batik yang ada di kain mungkin sudah biasa. Lalu bagaimana dengan batik yang ada di kayu? Desa Krebet di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta adalah lokasi yang tepat jika Anda ingin mengenalkan Bunda dengan batik kayu.

Ya, Desa Krebet sudah dikenal sebagai desa wisata yang memiliki kerajinan membatik dengan media kayu. Tak heran jika ada banyak ukiran kayu, seperti topeng, sandal, gelang dan aksesoris lain yang berbahan dasar kayu sengon, pule, dan mahoni.

Datang ke Desa Krebet, Anda tidak hanya bisa mengenalkan Bunda dengan batik kayu, tapi juga melihat langsung proses pembuatannya. Dijamin,. jalan-jalan akan terasa semakin berkesan.
 Sumber: Detik Travel

Minggu, 18 November 2012

Beragam Kursus Menyenangkan Sehari di Jogja

Wisata budaya bisa jadi andalan Yogyakarta. Tak sekadar melihat pertunjukan seni atau menyaksikan sebuah upacara. Namun, Yogyakarta menawarkan lebih kepada para tamu yang singgah ke Kota Gudeg ini.

Wisatawan diajak untuk aktif berpartisipasi melakukan aneka aktivitas wisata. Ada banyak pilihan berwisata budaya dengan terjun langsung mempelajarinya. Sebagian besar menawarkan kursus kilat dalam beberapa jam untuk pemula.

Untuk tingkat selanjutnya, Anda harus menyediakan waktu beberapa hari, biasanya mulai dari tiga hari paket belajar. Berikut beberapa rekomendasi kursus kilat di Yogyakarta.

Membuat Perhiasan Perak. Berbicara mengenai perak, Kotagede menjadi pusatnya. Di sini terdapat beberapa tempat pembuatan perak yang juga menyediakan kursus kilat bagi wisatawan. Kursus kilat berlangsung selama tiga jam, dengan pengajaran mulai dari membuat desain sampai mengolah perak.

Salah satu yang tenar menyediakan kursus kilat ini adalah Studio 76 di Jalan Purbayan. Studio ini menyediakan kursus kilat dengan paket sudah termasuk makan siang dan 10 gram perak untuk dijadikan perhiasan.

Membatik.
Di Yogyakarta, banyak sanggar dan tempat pembuatan batik yang menawarkan paket pelatihan membatik. Salah satunya adalah Museum Batik Yogyakarta. Selain bisa melihat aneka kain batik yang antik, museum ini juga memiliki program workshop membatik.

Museum ini terletak di Jalan Dr Sutomo Nomor 13A, Yogyakarta. Anda bisa mengambil kursus kilat membatik untuk selembar kain kecil. Anda akan diajarkan cara membatik menggunakan canting dan malam.

Menabuh Gamelan. Sangat mudah menemukan tempat-tempat di Yogyakarta yang menawarkan program belajar gamelan Jawa. Beberapa desa wisata di Yogyakarta memiliki paket tersebut yang digabungkan dengan belajar menari.

Kampung Mangunan, sebuah desa wisata di daerah Bantul, menyediakan paket belajar menari tarian tradisional Jawa kepada pengunjung. Paket ini biasanya digabungkan dengan belajar gamelan.

Tentu saja karena kebutuhannya untuk wisatawan, tarian yang diajarkan masih dasar dan sekadar agar wisatawan bisa kenal dengan tarian tradisional. Harga paket mulai dari Rp 350.000 per orang.

Menulis Huruf Jawa. Di Keraton Yogyakarta, Anda bisa belajar menulis aksara Jawa. Program belajar menulis dan tentu saja membaca huruf Jawa ini juga cocok bagi pemula yang sama sekali belum pernah berkenalan dengan aksara Jawa.  

Kelas Memasak. Masakan tradisional Jawa memang memiliki keunikan tersendiri. Ada rasa legit, pemakaian santan, dan gurihnya yang nikmat. Salah satu tempat yang menyediakan kelas memasak dalam waktu sehari adalah ViaVia Jogjakarta di Jalan Prawirotaman 30.

Peserta pertama-tama diajak ke pasar untuk membeli bahan-bahan baku. Setelah itu, instruktur akan mengajarkan cara memasak kuliner tradisional. Baru kemudian setelah jadi, peserta bisa menyantap hidangan yang telah dimasak.

Jemparingan. Jemparingan adalah panahan tradisional ala Yogyakarta. Hotel Royal Ambarukmo memiliki program belajar jemparingan setiap hari Jumat. Uniknya, panahan ala Jawa ini dilakukan sambil duduk.

Kelas ini sebenarnya gratis dan berlaku tak hanya untuk tamu hotel. Namun, tamu bisa membayar Rp 350.000 untuk sewa pakaian Jawa dan ikut patehan. Patehan merupakan ritual minum teh ala Sultan.
Sumber: Kompas.com

Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161 email: exotica.jogja@gmail.com. Paket sewa tour (mobil+sopir+BBM) sebesar Rp.400.000. Anda akan puas selama 12 jam menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya. 

Sabtu, 17 November 2012

Kenapa tidak ke Jogja?

Surga bagi para backpacker, itulah Yogyakarta. Akses yang mudah menuju Yogyakarta, harga-harga makanan yang murah tetapi tetap lezat, serta penginapan cantik dengan harga terjangkau.
Jika Anda dari ibu kota negara yaitu Jakarta, biaya wisata di Yogyakarta selama tiga hari dua malam untuk dua orang di kisaran Rp 500.000 per orang. Mungkin di pikiran Anda, angka itu murah sekali. Namun, memang nyatanya wisata Yogyakarta bisa sangat murah.
Biaya Rp 500.000 tersebut sudah termasuk transportasi pergi-pulang Yogyakarta, penginapan, transportasi untuk berkeliling, makan, sampai tiket obyek wisata, biaya parkir, dan bensin. Mari berhitung mulai dari akses menuju Yogyakarta.
Ada banyak cara menuju Yogyakarta, bisa naik pesawat, bus, maupun kereta api. Cara mudah dan murah bisa pilih naik KA Progo ekonomi non-AC. Tiketnya di kisaran Rp 38.000 sekali jalan. Waktu tempuh dari Jakarta ke Yogyakarta sekitar 12 jam.

Dari Jakarta, KA Progo berangkat dari Stasiun Senen di Jakarta dan sampai di Yogyakarta di Stasiun Lempuyangan. Maka, tiket pulang-pergi sebesar Rp 72.000. Untuk dua orang, total menjadi Rp 144.000.
Penginapan di Yogyakarta banyak yang murah mulai dari Rp 60.000 per malam. Anda bisa cari di daerah Sostrowijayan, Prawirotaman, dan Sosrokusuman. Biasanya tarif penginapan di bawah Rp 90.000 adalah kamar tanpa AC alias menggunakan kipas angin.
Jika ingin mudah akses jalan kaki ke pusat Yogyakarta yaitu seputaran Malioboro, bisa pilih daerah Sostrowijayan. Ambilah kisaran penginapan daerah Sostrowijayan di angka Rp 80.000 per kamar per malam. Satu kamar bisa untuk dua orang. Total untuk dua malam adalah Rp 160.000.
Nah, urusan perut tak perlu khawatir. Angkringan dengan nasi kucing yang terkenal murah meriah. Tentu tak cukup satu bungkus nasi kucing. Saking murahnya, uang Rp 5.000 di Yogyakarta pun sebenarnya cukup untuk mengenyangkan perut Anda.
Maka, sekali makan untuk dua orang adalah Rp 10.000. Jika dihitung untuk tiga kali makan siang dan dua kali makan malam, total adalah Rp 50.000. Lebihkan bujet makan sebesar Rp 50.000 untuk sarapan di luar penginapan, camilan, dan makanan yang lebih mahal. Total keseluruhan untuk makanan sekitar Rp 100.000.
Untuk transportasi keliling Yogyakarta, agar mudah sewa saja motor. Sewa motor sehari sekitar Rp 40.000. Anda bisa membawanya sendiri dan berboncengan. Lalu jika lelah, bisa membawanya bergantian. Total untuk sewa selama tiga hari adalah Rp 120.000 belum termasuk bensin.
Anggarkan bensin, uang parkir, dan obyek wisata. Bujetkan saja sekitar Rp 400.000. Jika diperkirakan bensin sehari habis sekitar Rp 20.000, maka dalam tiga hari sekitar Rp 60.000. Anda masih ada sisa uang Rp 340.000 untuk tiket obyek wisata dan parkir.
Sebagai gambaran, tiket masuk museum di Yogyakarta di kisaran Rp 2.000-Rp 15.000 (kecuali Museum Ullen Sentalu di kisaran Rp 25.000), Taman Wisata candi (Borobudur, Prambanan, Ratu Boko) di kisaran Rp 15.000-Rp 30.000, pantai di Yogyakarta di kisaran mulai dari Rp 3.500, Kraton Yogyakarta dan Taman Sari di kisaran Rp 5.000-Rp 7.000.

Sumber: KOMPAS.com

Senin, 08 Oktober 2012

Pantai Siung nan secantik Kuta


Bukan hanya Pulau Bali yang memiliki jejeran pantai berpasir putih, Propinsi D.I. Yogyakarta pun memiliki jejeran pantai indah berpasir putih di sepanjang pesisir pantai selatan Kabupaten Gunung Kidul. Salah satu pantai berpasir putih yang pantas dijadikan sebagai referensi adalah Pantai Siung yang tepatnya terletak di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul, DIY.

Pantai dengan tebing karang tinggi ini wajar bila lantas menjadi pantai favorit. Selain keindahannya, pantai ini didukung oleh suasananya yang tenang. Maklum saja, karena bukan objek wisata utama, seperti Baron, Sundak atau pantai Kukup, Pantai Siung memang cenderung lebih senyap.

Letaknya yang harus ditempuh perjalanan selama 2,5 jam dari Jogja dengan kendaraan bermotor mungkin juga penyebab sedikitnya wisatawan yang mampir ke daerah ini. Hal itulah yang akhirnya semakin menggugah hasrat trulyjogja.com untuk mengisi suatu weekend dengan camping hura-hura di sana. Membayangkan memiliki pantai indah itu sendirian sepanjang malam.

Sepanjang perjalanan menuju Pantai Siung kami sudah dimanja dengan hamparan bukit bertanah merah dengan pepohonan jati yang meranggas karena kemarau panjang. Namun sebenarnya di musim hujan, daerah ini akan tampak jauh lebih hijau.

Di sinilah nilai lebih kabupaten Gunung Kidul, walaupun terkenal sebagai daerah tandus dengan musim keringnya yang panjang namun tidak lantas menjadikan kawasan ini tanpa daya tarik. Setelah menempuh perjalanan selama hampir dua setengah jam melewati berbagai tanjakan dan kelokan, akhirnya hamparan pantai berpasir putih pun terlihat.

Begitu memasuki area parkir, para pengunjung akan langsung disambut oleh tebing dan karang yang tinggi. Berbeda dengan pantai lain di Jogja, suguhan Pantai Siung tak hanya berupa pasir putih dan air laut yang tenang. Jajaran tebing-tebing yang mengelilingi pantai layak untuk ditaklukkan.

Dengan sedikit mendaki, pemandangan yang didapat akan meninggalkan kesan tersendiri. Bahkan terdapat sebuah tempat yang tersembunyi di balik tebing-tebing, dengan hamparan rumput yang lumayan luas dan sebuah gazebo tradisional. Laut yang luas dengan bingkai tebing pun menjadi latar belakang pemandangan di sana.

Pesona tebing karang yang ditawarkan oleh Pantai Siung inilah yang akhirnya menobatkan objek wisata pantai Siung sebagai kawasan wisata minat khusus panjat tebing, yang diidentifikasikan secara simbolik dengan rumah panggung bernama Pondok Pemanjat, tempat khusus bagi para pemanjat yang ingin menjajal kemampuannya di sini. Selain fasilitas untuk para pemanjat, tersedia pula Ground Camp bagi pencinta kegiatan berkemah.

Pantai Siung memang tempat yang tepat untuk bersenang-senang dengan alam. Tapi jika Anda seseorang yang sangat gemar bermain air dan berlarian mengejar ombak di pinggir pantai pasir, jangan terlalu berharap banyak dari pantai ini. Sepanjang pinggir pantai tidak dibingkai oleh pasir putih nan halus melainkan karang dan bebatuan laut yang kurang bersahabat dengan telapak kaki kita. Solusinya, jangan lepaskan sandal anda. Namun justru karang-karang inilah yang mengamankan Pantai Siung dari terjangan langsung ombak besar, yang mungkin menyeret para penggemar air yang nekat.

Karang-karang tersebut berfungsi sebagai pemecah gelombang alami. Seorang teman yang juga gemar mengajak keluarganya bersahabat dengan alam menyatakan kesannya tentang Pantai ini “Dulu Pantai Siung jauh lebih indah, ketika pertama kali diresmikan, ikan-ikan terlihat berenang bebas di lautan bahkan dari jarak yang cukup dekat. Namun walaupun begitu, pantai Siung memang menarik dan memiliki magnet kuat untuk menarik kita kembali lagi.”

Melihat jauhnya perjalanan menuju ke Pantai Siung, tak ayal banyak yang memilih untuk berkemah di lokasi ini dibandingkan harus berangkat dan pulang dalam satu hari. Dengan berkemah, mereka juga mendapat banyak kegiatan tambahan. Mulai dari melihat sunset, moonrise, hingga berburu gurita di malam hari dengan bantuan obor. (rn)

Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161. Paket sewa tour (mobil+sopir+BBM) sebesar Rp.400.000. Anda akan puas selama 12 jam menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya. 

Kami dapat mengantar Anda sekaligus disediakan guide gratis, masih ditambah bonus konsultasi seputar obyek wisata yang Anda ingin kunjungi.
Enjoy Jogja

Selasa, 25 September 2012

Empat dari 10 Desa Wisata Terbaik Berasal dari Yogyakarta

Jakarta - Untuk mengapresisasi perkembangan desa wisata di Indonesia, Kemenparekraf menganugerahkan penghargaan kepada yang terbaik. Faktanya, 4 di antara 10 desa wisata terbaik ada di Yogyakarta. Keren!

Acara Penghargaan Desa Wisata 2012 diadakan hari ini, Selasa (25/9/2012) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, memberi penghargaan kepada 10 desa wisata dengan perkembangan terbaik.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendominasi dengan adanya 4 desa wisata asal Yogyakarta dari 10 kandidat yang ada. Ini bukan tanpa sebab. Desa-desa pariwisata di DIY memiliki perkembangan yang signifikan dan menggembirakan.

"Yogyakarta sudah memiliki desa wisata sejak tahun 1999 atau 2000-an," ujar Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmansyah Rahim, sekaligus sebagai ketua penyelenggara acara Penghargaan Desa Wisata 2012 kepada detikTravel seusai acara.

Menurut Firmansyah, wisatawan banyak yang datang ke Yogyakarta dan Jawa Tengah dan memilih tinggal di kawasan yang kini jadi daerah desa wisata. Namun karena masyarakat setempat belum mengerti seberapa besar potensi sebuah desa jadi desa wisata, maka mereka belum terlalu mengembangkan desa mereka.

Meski begitu, mereka sudah memiliki bibit yang baik. Jadi, saat desa-desa tersebut sudah diberi bantuan dan dikenalkan dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri pariwisata, desa-desa ini sudah bisa maju lebih cepat dibanding yang lainnya.

4 Desa wisata yang masuk nominasi 10 besar antara lain Desa Bejiharjo yang jadi pemenang pertama, Desa Banjarsari yang jadi pemenang kedua, Desa Karangtengah yang jadi harapan 6 dan Desa Kembangarum yang jadi nominasi penghargaan khusus. Selamat!

Sumber: detik travel

Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161. Paket sewa mobil (sopir+BBM selama 12jam) sebesar Rp.400.000. Anda akan puas menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya. 

Kami dapat mengantar Anda sekaligus disediakan guide gratis, masih ditambah bonus konsultasi seputar obyek wisata yang Anda butuhkan.
Enjoy Jogja