Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juni 2013

Menikmati Sate Klatak

WWW.REKOMENDASI.ME
Nikmatnya Sate Klatak Khas Yogyakarta
KOMPAS.com - Sudah beberapa kali saya pergi ke Yogyakarta tetapi belum pernah nyobain sekalipun sate klatak yang sudah sangat terkenal di daerah ini. Memang lokasinya lumayan jauh dari pusat kota. Anda harus menempuh kira-kira 25 menit ke daerah Jalan Imogiri.
Daerah ini terkenal dengan pusat penjual sate klatak, banyak penjual sate klatak di sepanjang jalan ini. Kami malam ini bertiga bersama sahabat pergi menuju ke Sate Klatak Pak Pong sekitar pukul 22.00.
Sate klatak itu sangat khas, potongan daging kambing yang cukup besar-besar dan tusuk satenya dari jeruji besi sepeda. Dan ternyata rasanya sedikit asin tetapi gurih dan disajikan tanpa sambal kecap. Beda dengan menu sate kambing pada umumnya.
sate-klatak
Dalam satu porsi terdiri dari dua tusuk saja, tetapi selain potongan dagingnya cukup besar, dalam satu tusuk isinya juga lumayan banyak. Hmm... enak nih sate klataknya, daging empuk dan terasa sedikit garing. Kita juga diberi satu piring kuah gule sebagai tambahan. Tapi kalau Anda mau pakai sambal kecap, tinggal minta, nanti disediakan.
Akhirnya kesampaian juga saya makan sate klatak di Yogyakarta. Memang sate ini unik dan nikmat. Sangat menyenangkan bisa menikmati salah satu kuliner khas di Kota Gudeg ini. (Frans)

Rabu, 09 Januari 2013

Ayo ke Desa Wisata Sleman

SLEMAN, KOMPAS.com - Sebanyak 11 desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menerima kunjungan wisatawan pada liburan akhir tahun ini.
"Ada 11 desa wisata yang menyatakan siap untuk menerima kunjungan tamu pada libur akhir tahun ini. Saat ini mereka telah bersiap diri untuk menyuguhkan potensi masing-masing untuk memberikan kepuasan bagi para wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Untoro Budiharjo, Rabu (26/12/2012).
Menurut Untoro, dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan desa wisata ini terdapat forum komunikasi desa wisata yang dimaksudkan sebagai jalinan komunikasi antar desa wisata sekaligus untuk menciptakan kompetisi positif diantara desa wisata.
"Kami juga memberi pelatihan manajemen kepada pengelola desa wisata guna mendukung pengembangan desa wisata serta memberikan pelatihan keterampilan seperti pelatihan pembuatan suvenir, pelatihan masakan khas dan kuliner, pelatihan pemandu wisata, pelatihan pengelolaan homestay dan studi lapangan," katanya.
Untoro mengatakan, pihaknya juga melakukan pendampingan dan fasilitasi bagi pengembangan desa wisata melalui Forum Komunikasi Desa wisata untuk menjalin kerja sama antar pengelola desa wisata serta menjalin hubungan antara desa wisata dan pemerintah.
Di Kabupaten Sleman saat ini terdapat 38 desa wisata yang terbagi dalam tiga kategori, yakni desa wisata tumbuh, desa wisata berkembang dan desa wisata mandiri. "Saat ini terdapat 12 desa wisata yang masuk kategori tumbuh yakni desa wisata rumah Domes, Candi Abang, Nawung, Bokesan, Tunggularum, Ngamboh, Pajangan, Grogol, Jamur, Kadisobo dan Kaliurang Timur," katanya.
Desa wisata yang masuk dalam kategori berkembang diantaranya desa wisata Garongan, Gamplong, Sangubanyu, Malangan, Brajan, Mlagi, Sendari, Gabugan, Dukuh, Turgo, Petung dan Ledoknongko.
"Sedangkan 13 desa wisata yang sudah masuk dalam kategori desa wisata mandiri adalah Desa Wisata Kelor, Kembangarum, Pentingsari, Srowolan, Brayut, Plempoh, Sambi, Ketingan, Nganggring, Jethak II, Sukunan, Tanjung dan Trumpon," tambah Untoro.
Sumber : Antara

Minggu, 30 Desember 2012

Kaliurang dan Vulcano Tour

SLEMAN, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih mengandalkan objek wisata Kaliurang dan Vulcano Tour di kawasan Gunung Merapi sebagai destinasi unggulan wisata pada libur akhir tahun.
"Selain dua objek wisata alam lereng Gunung Merapi tersebut, destinasi unggulan lainnya adalah Candi Prambanan, Museum Gunungapi Merapi (MGM), dan Monumen Jogja Kembali (Monjali)," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Untoro Budiharjo, Minggu (30/12/2012). Menurut dia, menjelang masa liburan akhir tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman melakukan berbagai persiapan guna memberikan layanan kepada wisatawan, di antaranya mengkondisikan destinasi wisata di kawasan Kaliurang, Vulcano Tour, dan desa wisata.
"Kami juga menempatkan petugas untuk monitoring berbagai objek wisata, seperti Menara Pandang dan Tlogo Putri di Kaliurang, kawasan Vulcano Tour dan Museum Gunungapi Merapi," katanya. Sedangkan untuk memenuhi aspek keamanan objek wisata, pihaknya menjalin kerja sama dan berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian di masing-masing lokasi, maupun dengan Polisi Pariwisata.
Ia mengatakan pada malam menjelang tahun baru nanti sejumlah atraksi hiburan akan digelar di sejumlah objek wisata, di antaranya di kawasan Kaliurang (Tlogo Putri). Terkait dengan itu, Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS), Disbudpar Sleman, dan Pemerintah Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, berkolaborasi menyelengarakan rangkaian kegiatan dalam menyambut pergantian tahun dari 2012 ke 2013. Rangkaian kegiatan tersebut di antaranya pergelaran musik dangdut dari Ikatan Orkes Melayu (IKOM) Sleman, serta pesta kembang api.
"Kemudian tim pengelola objek wisata Volcano Tour di Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, menyelenggarakan acara pada Senin 31 Desember mulai pukul 20.30 WIB berupa pentas musik campursari dari Kreasi Sekar Langit," katanya. Kemudian dilanjutkan dengan api unggun. "Pada Selasa 1 Januari 2013 dari pukul 10.00 hingga 16.00, digelar musik dangdut/orkes melayu," katanya. Untoro mengatakan atraksi kesenian juga digelar di Desa Wisata Kembangarum, Kecamatan Turi, berupa kolaborasi musik etnis, baca puisi, pemutaran film layar lebar, tari topeng, serta pesta kembang api, dan peresmian rumah sesepuh.

Minggu, 18 November 2012

Beragam Kursus Menyenangkan Sehari di Jogja

Wisata budaya bisa jadi andalan Yogyakarta. Tak sekadar melihat pertunjukan seni atau menyaksikan sebuah upacara. Namun, Yogyakarta menawarkan lebih kepada para tamu yang singgah ke Kota Gudeg ini.

Wisatawan diajak untuk aktif berpartisipasi melakukan aneka aktivitas wisata. Ada banyak pilihan berwisata budaya dengan terjun langsung mempelajarinya. Sebagian besar menawarkan kursus kilat dalam beberapa jam untuk pemula.

Untuk tingkat selanjutnya, Anda harus menyediakan waktu beberapa hari, biasanya mulai dari tiga hari paket belajar. Berikut beberapa rekomendasi kursus kilat di Yogyakarta.

Membuat Perhiasan Perak. Berbicara mengenai perak, Kotagede menjadi pusatnya. Di sini terdapat beberapa tempat pembuatan perak yang juga menyediakan kursus kilat bagi wisatawan. Kursus kilat berlangsung selama tiga jam, dengan pengajaran mulai dari membuat desain sampai mengolah perak.

Salah satu yang tenar menyediakan kursus kilat ini adalah Studio 76 di Jalan Purbayan. Studio ini menyediakan kursus kilat dengan paket sudah termasuk makan siang dan 10 gram perak untuk dijadikan perhiasan.

Membatik.
Di Yogyakarta, banyak sanggar dan tempat pembuatan batik yang menawarkan paket pelatihan membatik. Salah satunya adalah Museum Batik Yogyakarta. Selain bisa melihat aneka kain batik yang antik, museum ini juga memiliki program workshop membatik.

Museum ini terletak di Jalan Dr Sutomo Nomor 13A, Yogyakarta. Anda bisa mengambil kursus kilat membatik untuk selembar kain kecil. Anda akan diajarkan cara membatik menggunakan canting dan malam.

Menabuh Gamelan. Sangat mudah menemukan tempat-tempat di Yogyakarta yang menawarkan program belajar gamelan Jawa. Beberapa desa wisata di Yogyakarta memiliki paket tersebut yang digabungkan dengan belajar menari.

Kampung Mangunan, sebuah desa wisata di daerah Bantul, menyediakan paket belajar menari tarian tradisional Jawa kepada pengunjung. Paket ini biasanya digabungkan dengan belajar gamelan.

Tentu saja karena kebutuhannya untuk wisatawan, tarian yang diajarkan masih dasar dan sekadar agar wisatawan bisa kenal dengan tarian tradisional. Harga paket mulai dari Rp 350.000 per orang.

Menulis Huruf Jawa. Di Keraton Yogyakarta, Anda bisa belajar menulis aksara Jawa. Program belajar menulis dan tentu saja membaca huruf Jawa ini juga cocok bagi pemula yang sama sekali belum pernah berkenalan dengan aksara Jawa.  

Kelas Memasak. Masakan tradisional Jawa memang memiliki keunikan tersendiri. Ada rasa legit, pemakaian santan, dan gurihnya yang nikmat. Salah satu tempat yang menyediakan kelas memasak dalam waktu sehari adalah ViaVia Jogjakarta di Jalan Prawirotaman 30.

Peserta pertama-tama diajak ke pasar untuk membeli bahan-bahan baku. Setelah itu, instruktur akan mengajarkan cara memasak kuliner tradisional. Baru kemudian setelah jadi, peserta bisa menyantap hidangan yang telah dimasak.

Jemparingan. Jemparingan adalah panahan tradisional ala Yogyakarta. Hotel Royal Ambarukmo memiliki program belajar jemparingan setiap hari Jumat. Uniknya, panahan ala Jawa ini dilakukan sambil duduk.

Kelas ini sebenarnya gratis dan berlaku tak hanya untuk tamu hotel. Namun, tamu bisa membayar Rp 350.000 untuk sewa pakaian Jawa dan ikut patehan. Patehan merupakan ritual minum teh ala Sultan.
Sumber: Kompas.com

Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161 email: exotica.jogja@gmail.com. Paket sewa tour (mobil+sopir+BBM) sebesar Rp.400.000. Anda akan puas selama 12 jam menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya.