Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Paket wisata jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paket wisata jogja. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2014

Exotisme Krakal



Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan mengembangkan kawasan pantai Krakal menjadi ikon percontohan wisata pantai di DI Yogyakarta. Tahun ini pemerintah sudah membebaskan lahan seluas 1, 5 hektare dari total kebutuhan 4 hektare. Lahan yang sudah dibebaskan ini merupakan lahan milik warga serta Sultan Ground.
 Khusus lahan milik SG ini pemerintah sudah mendapatkan izin dari pihak Kraton Ngayogjakarta. Di lahan yang sudah dibebaskan ini nantinya pemerintah akan membangun berbagai fasilitas penunjang wisatawan mulai dari gardu pandang, gasebo, lampu penerangan taman serta jogging track.

Rabu, 25 Desember 2013

Libur Sekolah di Yogyakarta, Yuk Main ke Museum Affandi

detikTravel Community -  Main ke Candi Prambanan atau Malioboro saat liburan ke Yogyakarta sudah biasa. Cobalah sekali-kali mampir ke Museum Affandi. Di sana, Anda bisa melihat berbagai karya lukis sang maestro.

Siapa yang tak mengenal Affandi, sang maestro lukisan tanah air yang lukisannya sudah mendunia itu? Sang maestro memang telah pergi untuk selamanya tanggal 23 Mei 1990 silam. Namun karya-karya beliau sampat saat ini masih bisa disaksikan di Museum Affandi di Yogyakarta, tempat beliau selama ini menuangkan ide-idenya ke atas kanvas.

Letak museum ini sangat strategis sebagai salah satu kompleks museum seni lukis di Yogyakarta, yakni di Jalan Laksda Adi Sutijipto No 167, jalan utama yang menghubungkan Solo dan Yogyakarta. Atau tepat di depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Di kompleks Museum Affandi, terdapat tiga buah galeri yang masing-masing berisi lukisan bernilai tinggi. Di galeri 1, kita bisa menyaksikan hasil karya Affandi yang berupa lukisan dari tahun pertama beliau berkarya hingga saat-saat terakhir masa hidupnya.

Museum ini terdiri atas sketsa-sketsa di atas kertas, lukisan dari cat air, pastel, serta cat minyak di atas kanvas lukisan. Selain itu, dalam galeri 1 juga tersimpan dua buah patung potret Affandi yang terbuat dari tanah liat dan semen. Serta patung dia bersama sang puti tercinta, Kartika.

Mobil dan sepeda kesayangan beliau juga ada. Serta peralatan melukis dan sejumlah penghargaan yang beliau terima juga bisa disaksikan di galeri 1.

Sementara di galeri 2, kita bisa menyaksikan hasil lukisan karya seniman lain yang sengaja di koleksi Affandi semasa hidupnya. Galeri 2 mempunyai tiga lantai. Lantai pertama untuk ruang pameran, lantai 2 untuk ruang perawatan lukisan yang dikoleksi di sana, serta ruang bawah tanah galeri yang digunakan untuk menyimpan sejumlah lukisan.

Di galeri 2 ini tak hanya berupa lukisan yang dapat kita saksikan, tetapi karya seni dalam bentuk lain. Seperti pahatan, patung dan lain sebagainya. Menurut catatan yang ada di museum, saat ini ada sekitar 300 buah lukisan yang ada di Museum Affandi yang dipamerkan secara berkala.

Selanjutnya, di galeri ketiga tersimpan koleksi lukisan karya istri dan anak-anak Affandi. Seperti lukisan karya Maryati istrinya, Juki Affandi, Rukmini, Kartika Affandi, dan sanak saudara beliau lainnya.

Di depan galeri ketiga ini, ada bangunan berbentuk gerobak lengakap dengan dapur dan kamar kecil. Dulu digunakan Affandi beristirahat dan berkarya, yang sekarang berfungsi sebagai musala.

Selain galeri yang memamerkan lukisan karya Affandi, dalam kompleks museum juga ada rumah panggung. Dulu digunakan sebagai rumah tinggal oleh Affandi dan keluarganya.

Bangunan ini bentuknya unik, berbentuk rumah panggung dengan konstruksi tiang penyangga utama dari beton dan tiang-tiang kayu. Atap rumah itu dari bahan sirap yang membentuk sebuah pelepah daun pisang.

Masih di kompleks museum, kita bisa menemui makam sang maestro yang wafat tanggal 23 Mei 1990 silam, yang terletak di antara galeri 1 dan galeri 2. Tepat di samping makam istinya, Maryati.

Nah, bagi Anda penggemar lukisan, datanglah ke Museum Affandi. Buka setiap hari dari pukul 09.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Pada hari libur nasional, museum ini justru tutup. Kecuali ada permintaan khusus dengan alasan yang bisa diterima pengelola.

Untuk masuk dalam museum, kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp 20.000 per orang. Tiket itu bisa ditukar dengan minuman nantinya di sebuah kafe yang ada di dalamnya. Seru bukan?

Jumat, 08 November 2013

Menelusuri dasyatnya erupsi Gunung Merapi

Sebagai ajang silaturahmi dengan para awak media, perusahaan pembiayaan FIFGROUP telah mengadakan Media Gathering dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang difokuskan di Kota Gudeg, Yogyakarta pada 6-8 November 2013.
"Selain menyaksikan program CSR peduli pendidikan di dua sekolah, para jurnalis juga diajak mengunjungi beberapa lokasi wisata di Yogya, salah satunya adalah wisata dengan Jeep di lereng gunung Merapi," terang Arif Reza Pahlevi, Corporate Communication FIFGROUP.
Siap menyusuri gunung Merapi Siap menyusuri gunung Merapi
Tiba di pintu masuk lokasi wisata, beberapa pemandu langsung menawarkan wisata menyusuri lereng Merapi. Ada dua alat transportasi yang ditawarkan, yaitu dengan mobil Jeep atau dengan sepeda motor trail tipe Kawasaki KLX 150.
"Kalau mau pakai Jeep, harga mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 450 ribu. Atau bisa juga pake motor trail dengan harga mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp Rp 250 ribu," terang Dodo, pemandu dari Grinata Adventure.
Bisa pilih Jeep atau motor trailBisa pilih Jeep atau motor trail
Selain Grinata Adventure, ada beberapa pos yang akan menawarkan jasa wisata yang sama. Beberapa mobil Jeep model Willys pun telah disiapkan untuk membawa para awak media menyusuri lereng Merapi.
"Dalam perjalanan wisata ini, kita akan melewati tiga kampung yang pernah dihuni masyarakat sekitar sebelum terjadi bencana erupsi Merapi tahun 2010 lalu," tutur Dodo, yang telah menggauli jasa wisata ini sejak 1,5 tahun.
Salah satu monumen bencana letusan MerapiSalah satu monumen bencana letusan Merapi
Selain Willys, ada beberapa varian Jeep lain diantaranya Land Rover, Toyota Land Cruiser dan lain-lain. Menurut Dodo, kebanyakan mesin Jeep-Jeep ini telah diganti dengan mesin mobil keluaran tahun muda, seperti Toyota Kijang. Pantas saja, semua Jeep-Jeep tua ini dengan mudah melahap tanjakan terjal dan berbatu.
Penggantian mesin pun dilakukan oleh Dodo. Willys lansiran tahun 1950 yang dibelinya dari Bandung, Jawa Barat itu telah disusupi mesin Toyota Kijang.
Kebanyakan Jeep sudah ganti mesin terbaruKebanyakan Jeep sudah ganti mesin terbaru
"Meski bodinya sudah penuh karat dan kadang bunyi, tapi Jeep saya ini masih mampu menyusuri track ekstrim di sekitar gunung Merapi," bangganya. Mantabzzz!
 (kpl/tr/sno)Sumber: Otosia.com

Senin, 14 Oktober 2013

Borobudur di Pagi Hari

Saat berada di kawasan Candi Borobudur, indahnya mentari siap menyapa Anda di pagi hari. Bergegaslah ke bukit Punthuk Setumbu. Dijamin, Anda pasti terkesima oleh kecantikan Candi Borobudur.
Awalnya, saya cuma ingin keliling sekitar Yogyakarta saja. Namun rute traveling saya kali ini berubah setelah mengetahui nama tempat wisata Punthuk Setumbu. Nama bukit ini berada di Desa Karangrejo, kira-kira 4 km dari Candi Borobudur. Inilah salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan mentari terbit di Borobudur.
Turis asing biasanya lebih mengenal dengan nama Borobudur Nirvana Sunrise. Bulan terbaik untuk berkunjung adalah Mei-Juli, saat cuaca cerah.

Lewat internet, saya berusaha mencari cara menuju ke lokasi itu. Singkat cerita, maka saya mulai jalan dari losmen tempat saya menginap di Malioboro pukul 04.00 WIB. Bermodal nekat dan rasa ingin tahu, saya tembus dinginnya angin subuh.
Tibalah saya di depan gate candi. Maksud hati ingin bertanya kepada bapak-bapak yang lagi bersantai, tapi dia malah menawarkan guide ke lokasi. Namun saya lebih memilih untuk jalan sendiri. Dari gerbang candi belok kiri melewati Hotel Manohara hingga masuk ke pedesaan.
Dengan percaya diri, saya jalan dengan panduan maps di ponsel yang saya harapkan bisa membawa saya ke lokasi. Masih diharapkan, jadi belum tentu lho!
Benar saja kata bapak tadi, Saya pun tersasar masuk ke desa dengan jalan kecil yang kiri kanan hutan gelap. Satu-satunya penerangan cuma dari motor saya ini. Berputar-putar tak jelas, akhirnya saya bertemu warga sekitar yang sedang beraktivitas.
Hasil bertanya beberapa warga, akhirnya saya tiba di bukit Punthuk Setumbu. Di lokasi sudah disediakan lahan parkir yang cukup untuk beberapa mobil dan motor.
Turis asing dan lokal dikenakan Rp 15.000 sudah termasuk biaya masuk dan segelas teh manis hangat atau kopi untuk di atas bukit. Sediakan senter kecil karena jalan yang menanjak curam, gelap dan licin karena embun pagi.
Perjuangan tidak sia-sia karena pemandangan dari sini sangat indah. Dari kejauhan terlihat siluet Gunung Merapi dan puncak Candi Borobudur yang diselimuti kabut dan hijaunya pepohonan.
Beberapa fotografer sudah standby untuk menjepret matahari terbit. Perlahan langit berubah warna jadi oranye dan dari balik puncak Merapi muncul mentari oranye bulat sempurna. Momen indah ini sangat langka bagi saya sebagai orang kota.
Dari awal saya perhatikan, cuma saya dan 2 orang fotografer saja yang turis lokal. Selebihnya malah turis asing yang lebih melimpah. Ternyata para turis asing itu ikut tur Borobudur Sunrise dari hotel dekat di Borobudur.
Beberapa hotel lainnya juga menyediakan tur serupa dengan lokasi yang berbeda dengan membayar sekitar Rp 200.000. Kalau saya, lebih memilih yang murah saja.

Minggu, 29 September 2013

Liburan ke Pantai Siung


Bila akhir pekan ini Anda liburan ke DI Yogyakarta dan bosan dengan suasana kota, pergilah ke Gunungkidul. Ada Pantai Siung dengan pasir yang lembut dan tebing yang tak kalah keren. Seru!

Pantai Siung menurut saya adalah pantai yang sangat indah seperti Teluk Ha Long di Vietnam. Semua mempunyai ciri khas tersendiri. Jika di Ha Long, ada air laut beserta tebing-tebing, di Pantai Siung, Gunungkidul ada pasir putih, biota laut, hamparan rumput laut beraneka warna. Tak ketinggalan deburan ombak beserta tebing-tebing. Sangat eksotis!

Di tebing pantai, banyak pendaki panjat tebing yang sering dijadikan ajang berlatih. Pantai ini terletak sekitar 70 km dari Kota Yogyakarta atau sekitar 2 jam perjalanan.

 Sumber: detikTravel Community

Sabtu, 28 September 2013

Objek Wisata Terbaik di Indonesia


Jakarta - Cipta Award atau yang berkepanjangan Citra Pesona Wisata adalah penghargaan dari Kemenparekraf untuk objek wisata terbaik di Indonesia. Dari sekian banyak, terpilih 9 pemenang. Apa saja?

2013 Adalah tahun keempat diadakannya Cipta Award dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Tujuan utamanya adalah mengapresiasikan daya tarik wisata yang selama ini sudah ada untuk semakin dikembangkan dan maju.

"Daya tarik wisata yang bisa terpilih bukan mereka yang terbaik, tapi bagaimana mereka mengelola dengan baik, memberi efek positif bagi masyarakat sekitar dan tetap menjaga alam," tutur Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim dalam acara pembukaan Cipta Award 2013 di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (27/9/2013) malam.

Jadi, bukan berarti objek wisata yang besar dan terkenal pasti jadi jawaranya. Bukan tidak mungkin juga, objek wisata kecil bisa jadi pemenang. Menurut Firmansyah, selama objek wisata tersebut memenuhi kriteria, kemungkinan menang selalu ada.

Kemenparekraf menambahkan, penghargaan ini jadi dorongan semangat bagi para pengembang destinasi wisata di seluruh Indonesia. Agar semakin memajukan objek-objek wisata yang ada dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.

"Semoga di tahun ke depannya makin banyak yang jadi lebih baik," tutur Kemenparekraf, Mari Elka Pangestu dalam acara yang sama.

Untuk penghargaan kali ini, ada 9 yang diberikan untuk masing-masing kategori. Beberapa objek wisata tidak bisa lagi masuk jadi pemenang karena sudah 3 kali berturut-turut jadi pemenang. Berikut 9 kategori pemenang penghargaan Cipta Award 2013:

1. Daya Tarik Wisata Alam yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD dimenangkan oleh Pura Ulun Danu Bratan di Bali.

2. Daya Tarik Wisata Alam yang dikelola oleh BUMS dimenangkan oleh Agrowisata Hutan Mangrove Lagoi di Riau.

3. Daya Tarik Wisata Alam yang dikelola oleh LSM, masyarakat atau perseorangan dimenangkan oleh Pulau Kakaban di Kalimantan Timur.

4. Daya Tarik Wisata Budaya yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD dimenangkan oleh Benteng Vredeburg di Yogyakarta.

5. Daya Tarik Wisata Budaya yang dikelola oleh BUMS dimenangkan oleh The Blanco Renaissance Museum di Bali.

6. Daya Tarik Wisata Budaya yang dikelola oleh LSM, masyarakat atau perseorangan dimenangkan oleh Desa Wisata Panglipuran di Bali.

7. Daya Tarik Wisata Buatan yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD dimenangkan oleh Owabong di Jawa Tengah.

8. Daya Tarik Wisata Buatan yang dikelola oleh BUMS skala kecil dimenangkan oleh Kampung Sampireun di Jawa Barat.

9. Daya Tarik Wisata Buatan yang dikelola oleh BUMS skala besar dimenangkan oleh Jatim Park 1, Jawa Timur.

Jumat, 02 Agustus 2013

Desa Wisata di Sleman Siap Sambut Wisatawan

Sebanyak 13 desa wisata yang tersebar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan keunikan potensi dan keramahan masyarakat siap menyambut wisatawan pada Lebaran 2013.

"Desa-desa wisata di Sleman siap menyambut wisatawan, baik itu sebelum Lebaran tiba ataupun setelah merayakan Lebaran, Pengelola desa wisata siap menyambut dan menerima kunjungan wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi, Kamis (1/8/2013).

Menurut dia berbagai sarana penunjang disiapkan termasuk juga paket ataupun kegiatan atraksi wisata yang ditawarkan khususnya saat Lebaran.

"Keberadaan desa wisata di Sleman ini diharapkan dapat memberikan warna lain bagi pariwisata di Sleman. Oleh sebab itu, diharapkan agar masing-masing desa wisata berani untuk menampilkan keunikan dan perbedaannya dengan desa wisatayang lain," katanya.

Ia mengatakan, masing-masing desa wisata pastinya bisa menampilkan yang unik. Itulah yang menjadikan desa wisata dapat dikenang wisatawan.

"Dengan demikian wisatawan akan merasa senang dan kerasan tinggal di desa wisata," katanya.

Ayu mengatakan berkait dengan kesiapan menyambut Lebaran tahun ini, sebagian pengelola desa wisata antusias untuk menyambut wisatawan disaat Lebaran.

"Sebanyak 13 desa wisata yang siap untuk menerima wisatawan pada libur Lebaran tahun ini, diantaranya desa wisata Tanjung siap setiap saat," tutur Ayu.

Sementara desa wisata Brayut mulai H-3, Sidoakur mulai H+2, Pulesari, Grogol dan Omah Dome mulai H+3, Kelor H+4, Gamplong dan Trumpon H+5. Kemudian, Desa Wisata Gabugan dan Sukunan H+7 dan Kembangarum H+10.

"Beberapa desa wisata justru di kala Lebaran sudah penuh karena datangnya para pemudik. Sebagian pengelola lebih siap menerima kunjungan wisatawan maksimal mulai seminggu setelah lebaran usai," tambahnya.

Pengelola Desa Wisata Gamplong Arif mengatakan saat Lebaran justru desa wisata ini tidak bisa menerima tamu yang menginap.

"Justru kami siap menerima tamu yang ingin datang dan berbelanja kerajinan di tempat kami," katanya.

Desa wisata Gamplong berada di Moyudan, Sleman, dengan ciri khas produk kerajinan ATBM berbahan baku lidi , mendong dan enceng gondok.

Sementara pengelola Desa Wisata Kelor Bangunkerto Turi Endro mengutarakan bahwa selama empat hari setelah hari H lebaran pihaknya telah menerima pesanan untuk kegiatan trah, outbond, dan paket wisata mancing.

"Seminggu setelah lebaran masih terbuka  bagi wisatawan untuk berliburan dan beraktivitas di Desa Wisata Kelor," katanya.
Sumber : Antara