Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Lava tour. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lava tour. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 November 2013

Menelusuri dasyatnya erupsi Gunung Merapi

Sebagai ajang silaturahmi dengan para awak media, perusahaan pembiayaan FIFGROUP telah mengadakan Media Gathering dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang difokuskan di Kota Gudeg, Yogyakarta pada 6-8 November 2013.
"Selain menyaksikan program CSR peduli pendidikan di dua sekolah, para jurnalis juga diajak mengunjungi beberapa lokasi wisata di Yogya, salah satunya adalah wisata dengan Jeep di lereng gunung Merapi," terang Arif Reza Pahlevi, Corporate Communication FIFGROUP.
Siap menyusuri gunung Merapi Siap menyusuri gunung Merapi
Tiba di pintu masuk lokasi wisata, beberapa pemandu langsung menawarkan wisata menyusuri lereng Merapi. Ada dua alat transportasi yang ditawarkan, yaitu dengan mobil Jeep atau dengan sepeda motor trail tipe Kawasaki KLX 150.
"Kalau mau pakai Jeep, harga mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 450 ribu. Atau bisa juga pake motor trail dengan harga mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp Rp 250 ribu," terang Dodo, pemandu dari Grinata Adventure.
Bisa pilih Jeep atau motor trailBisa pilih Jeep atau motor trail
Selain Grinata Adventure, ada beberapa pos yang akan menawarkan jasa wisata yang sama. Beberapa mobil Jeep model Willys pun telah disiapkan untuk membawa para awak media menyusuri lereng Merapi.
"Dalam perjalanan wisata ini, kita akan melewati tiga kampung yang pernah dihuni masyarakat sekitar sebelum terjadi bencana erupsi Merapi tahun 2010 lalu," tutur Dodo, yang telah menggauli jasa wisata ini sejak 1,5 tahun.
Salah satu monumen bencana letusan MerapiSalah satu monumen bencana letusan Merapi
Selain Willys, ada beberapa varian Jeep lain diantaranya Land Rover, Toyota Land Cruiser dan lain-lain. Menurut Dodo, kebanyakan mesin Jeep-Jeep ini telah diganti dengan mesin mobil keluaran tahun muda, seperti Toyota Kijang. Pantas saja, semua Jeep-Jeep tua ini dengan mudah melahap tanjakan terjal dan berbatu.
Penggantian mesin pun dilakukan oleh Dodo. Willys lansiran tahun 1950 yang dibelinya dari Bandung, Jawa Barat itu telah disusupi mesin Toyota Kijang.
Kebanyakan Jeep sudah ganti mesin terbaruKebanyakan Jeep sudah ganti mesin terbaru
"Meski bodinya sudah penuh karat dan kadang bunyi, tapi Jeep saya ini masih mampu menyusuri track ekstrim di sekitar gunung Merapi," bangganya. Mantabzzz!
 (kpl/tr/sno)Sumber: Otosia.com

Selasa, 16 Juli 2013

Lava Tour dan Desa Wisata

SLEMAN, KOMPAS.com - Obyek wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikunjungi sebanyak 150.160 wisatawan selama liburan sekolah. "Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan sebanyak 50.000 wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Selasa (16/7/2013).

Menurut Ayu, pencapaian tersebut dinilai diluar perkiraan karena liburan akhir sekolah bertepatan dengan bulan puasa sehingga hal ini menggembirakan. "Ini merupakan sesuatu hal yang membanggakan," katanya.

Menurut Ayu, akumulasi angka kunjungan wisatawan selama liburan akhir sekolah tersebut dihitung 17 hari sejak 28 Juni hingga 14 Juli 2013 di berbagai destinasi wisata.

"Penyebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi kunjungan ke obyek wisata Kaliurang sebanyak 15.430 wisatawan yang meliputi Taman Rekreasi Anak (3.452 wisatawan), Taman Nasional Gunung Merapi (4.543 wisatawan), Jeep Wisata Kaliurang (3.520 wisatawan), dan Museum Ullen Sentalu (3.322 wisatawan)," katanya.

Kemudian, Candi Prambanan dikunjungi 85.103 wisatawan yang terdiri 73.985 wisatawan nusantara dan 11.118 wisatawan mancanegara. Selanjutnya Candi Ratu Boko 11.352 wisatawan meliputi 11.159 wisatawan nusantara dan 193 wisatawan mancanegara, Volcano Tour Cangkingan 27.125 wisatawan.

Museum Gunungapi Merapi dikunjungi 6.460 wisatawan meliputi 6.330 wisatawan nusantara dan 130 wisatawan mancanegara dan Monumen Jogja Kembali sebanyak 13.678 wisatawan.

"Selain itu wisatawan yang berkunjung ke beberapa desa wisata tercatat 2.364 wisatawan, yang terdiri atas Desa Wisata Sidoakur (85 wisatawan), Desa Wisata Tanjung (109 wisatawan), Gamplong (200 wisatawan), Pentingsari (360 wisatawan), dan Pulesari (1.610 wisatawan)," tambah Ayu.