Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Candi ratu boko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi ratu boko. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2013

Siluet cantik Candi Ratu Boko

detikTravel Community -  

Traveler tentu tahu kemegahan Candi Ratu Boko di timur Kota Yogyakarta. Anda yang pernah datang ke sana pasti ingin kembali menginjakkan kaki di bekas pelataran kerajaannya. Senjanya indah, romantis, dengan langit merah menyala.
Candi Ratu Boko terletak di perbatasan DIY dan Jateng, tepatnya di Prambanan. Lokasinya berada di perbukitan 3 km dari Candi Prambanan atau 20 km dari Kota Yogyakarta. Candi Ratu Boko dibangun oleh Dinasti Syailendra. Pada Komplek Candi Ratu Boko terdapat kolam pemandian, bangunan resepsi (Pasebani), tempat tinggal putri Raja (Keputren). Terdapat reruntuhan Gua Laki-Laki serta Gua Perempuan dan fungsi Ratu Boko masih belum diketahui.
Exotica Jogja akan membantu anda menjangkau tempat eksotis ini. Segera kontak kami di 0818 0404 8080 dengan paket seewa mobil Rp.500.000 untuk 12 jam.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Exotisme Candi Boko


Anda tentu kenal dengan situs Ratu Boko di Yogyakarta. Memang, situs satu ini belum setenar Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Ternyata, situs ini sudah ada sebelum dibangunnya Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Letak Situs Ratu Boko ini dekat dengan Candi Prambanan. Lebih tepatnya 3 km arah selatan Candi Prambanan. Karena letaknya di atas bukit, Anda tidak hanya melihat situs kuno saja. Tapi juga pemandangan alam yang menakjubkan, disertai sejuknya angin yang berhembus.

Pemandangan Kota Yogya dan Candi Prambanan dengan latar belakang Gunung Merapi, dapat terlihat dengan jelas dari situs Ratu Boko. Di Keraton Ratu Boko ini, Anda tidak hanya melihat candi. Namun juga situs lain, seperti gapura, paseban, candi pembakaran, keputren atau tempat singgah para puteri, kolam pemandian puteri zaman dulu dan gua lanang-wadon.

Di sini, Anda bisa melihat adanya percampuran budaya dalam struktur Keraton Ratu Boko, yakni budaya Buddha dan Hindu. Situs Ratu Boko merupakan simbol kerukunan beragama di masa lalu.

Kalau dilihat dari sejarahnya, bisa dibilang situs Ratu Boko ini masih misterius. Ratu Boko merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dari abad ke-8. Berdasarkan sejarah, dulu Ratu Boko digunakan oleh Dinasti Syailendra, sebelum masa Raja Samaratungga, pendiri Candi Borobudur dan Rakai Pikatan, pendiri Candi Prambanan.

Berdasarkan prasasti yang dikeluarkan Rakai Panangkaran pada 746-784 Masehi, pada awalnya bangunan yang ada di kawasan Ratu Boko disebut Abhayagiri Wihara. Abhaya berarti tidak ada bahaya, Giri berarti gunung atau bukit, Wihara berarti asrama atau tempat.

Sehingga Abhayagiri Wihara adalah asrama atau wihara para biksu agama Budha yang terletak di atas bukit penuh kedamaian. Pada masa berikutnya, antara 856-863 Masehi, Abhayagiri Wihara berganti nama menjadi Kraton Walaing yang diproklamirkan Raja Vasal bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni.

Prasasti Mantyasih yang berangka tahun 898-908 M yang dikeluarkan Rakai Watukara Dyah Balitung masih menyebut nama Walaing sebagai asal usul Punta Tarka sang pembuat prasasti Mantyasih. Dari awal abad 10 hingga akhir abad 16, tidak ada berita terkait Kraton Walaing ini.

90 tahun kemudian, yakni 1790, Van Boeckholtz menemukan adanya reruntuhan kepurbakalaan di atas situs Ratu Boko. 100 tahun kemudian, FDK Bosch mengadakan penelitian dan melaporkan hasil penelitiannya yang diberi judul Kraton Van Ratoe Boko.

 detikTravel Community -

Selasa, 16 Juli 2013

Lava Tour dan Desa Wisata

SLEMAN, KOMPAS.com - Obyek wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikunjungi sebanyak 150.160 wisatawan selama liburan sekolah. "Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan sebanyak 50.000 wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Selasa (16/7/2013).

Menurut Ayu, pencapaian tersebut dinilai diluar perkiraan karena liburan akhir sekolah bertepatan dengan bulan puasa sehingga hal ini menggembirakan. "Ini merupakan sesuatu hal yang membanggakan," katanya.

Menurut Ayu, akumulasi angka kunjungan wisatawan selama liburan akhir sekolah tersebut dihitung 17 hari sejak 28 Juni hingga 14 Juli 2013 di berbagai destinasi wisata.

"Penyebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi kunjungan ke obyek wisata Kaliurang sebanyak 15.430 wisatawan yang meliputi Taman Rekreasi Anak (3.452 wisatawan), Taman Nasional Gunung Merapi (4.543 wisatawan), Jeep Wisata Kaliurang (3.520 wisatawan), dan Museum Ullen Sentalu (3.322 wisatawan)," katanya.

Kemudian, Candi Prambanan dikunjungi 85.103 wisatawan yang terdiri 73.985 wisatawan nusantara dan 11.118 wisatawan mancanegara. Selanjutnya Candi Ratu Boko 11.352 wisatawan meliputi 11.159 wisatawan nusantara dan 193 wisatawan mancanegara, Volcano Tour Cangkingan 27.125 wisatawan.

Museum Gunungapi Merapi dikunjungi 6.460 wisatawan meliputi 6.330 wisatawan nusantara dan 130 wisatawan mancanegara dan Monumen Jogja Kembali sebanyak 13.678 wisatawan.

"Selain itu wisatawan yang berkunjung ke beberapa desa wisata tercatat 2.364 wisatawan, yang terdiri atas Desa Wisata Sidoakur (85 wisatawan), Desa Wisata Tanjung (109 wisatawan), Gamplong (200 wisatawan), Pentingsari (360 wisatawan), dan Pulesari (1.610 wisatawan)," tambah Ayu.

Jumat, 14 September 2012

Mau Foto-foto Narsis di Jogja? Ini Dia Tempatnya..


Yogyakarta memiliki banyak destinasi wisata yang cantik. Ada bangunan bersejarah hingga alamnya yang memukau. Ingin berfoto-foto narsis di Yogya? Ini dia 7 tempat rekomendasi untuk Anda.

Dikenal dengan julukan Never Ending Asia, Kota Yogyakarta seolah tidak pernah habis untuk dijelajahi. Satu hal penting yang harus Anda bawa saat ke Yogya adalah kamera. Anda bisa narsis berpose di dalam kamera dengan latar belakang tempat wisatanya. Disusun detikTravel, Jumat (14/9/2012), ini dia 7 tempat untuk foto-foto di Yogya:

1. Malioboro

Siapa yang tidak tahu Malioboro? Nama jalan ini menjadi primadona di Yogya. Selain dikenal sebagai surganya belanja, Malioboro ternyata dapat menjadi tempat berfoto yang menarik.

Anda bisa berfoto-foto di sepanjang Jalan Malioboro yang luas. Yang paling terkenal, adalah papan jalan dengan tulisan Jl Malioboro. Berposelah bersama papan jalan ini. Selain itu, ada juga banyak delman dan becak yang terparkir di pinggir jalannya. Anda bisa menyewa kendaraan tradisional tersebut dan berpose di atasnya. Jepret!

Di malam hari, suasana angkringan akan menyelimuti jalan ini. Tak sedikit traveler bergaya untuk difoto sambil menikmati sajian kulinernya. Jangan malu-malu, Anda juga bisa berpose sambil makan nasi kucing atau sedang menyeruput kopi joss. Jalanan Malioboro sangat nyaman untuk ditelusuri dengan berjalan kaki. Berfoto di sana adalah kegiatan yang menyenangkan.

2. Kraton Ngayogyakarta

Tak jauh dari Malioboro, Kraton Ngayogyakarta juga dapat menjadi tempat berfoto selanjutnya. Keindahan istana sultan dengan bangunan khas dan bernilai seni tinggi ini wajib diabadikan dalam kamera bersama pose Anda.

Tidak sulit untuk menuju keraton. Anda bisa berjalan kaki dari Jalan Malioboro atau menyewa becak. Di dalam keraton ada banyak tempat-tempat menarik untuk didatangi. Anda bisa berpose sepuasnya di balairung-balairung mewah, paviliun yang luas, serta museum yang menyajikan beragam peninggalan Kesultanan Yogyakarta.

Dengan harga tiket Rp 5.000, Anda dapat mengelilingi keraton dan merasakan atmosfir khas Jawa. Selain itu, ada juga pertunjukan gamelan, pentas tari-tarian, hingga pagelaran wayang kulit di dalam keratonnya. Tentu, Anda bisa berpose bersama para penari-penarinya yang cantik nan ayu.

3. Benteng Vredeburg

Ingin bergaya dengan suasana aroma Belanda? Datang saja ke Benteng Vredeburg. Letaknya pun tidak jauh dari Keraton Yogya. Dengan tiket masuk Rp 2.000 saja, Anda bisa berfoto sepuasnya di tempat ini.

Benteng yang berumur lebih dari dua abad ini masih gagah dan elok untuk dipandangi. Arsitektur bergaya Eropa dapat Anda lihat di tiap sudutnya. Jika membawa kostum ala kompeni Belanda, maka hasil foto yang akan didapatkan akan lebih sempurna dan menarik. Seolah berada di Negeri Belanda.

Tak hanya itu saja, rupannya balutan nuansa Yogya tak luput dari benteng ini. Anda bisa berpose bersama sepeda onthel dengan latar benteng gagah ini. keren!

4. Taman Sari

Terletak di dekat alun-alun selatan, Taman Sari menanti Anda dengan arsitektur bangunan bergaya Eropa-Jawa. Dengan tiket masuk seharga Rp 3.000, Anda bisa masuk ke dalam tempat yang dikenal dengan sebutan Istana Air ini.

Anda dapat berpose bersama bangunannya yang bergaya unik. Kolam-kolam di dalamnya yang luas dan berwarna biru juga menggoda untuk dipotret oleh kamera. Tak heran, tempat ini menjadi favorit bagi para sepasang kekasih untuk pre-wedding.

Tidak hanya kolamnya saja, Anda juga bisa menelusuri masjid bawah tanah yang bersejarah di dalamnya. Tempat ini sangat unik. Lorong-lorongnya yang panjang dan gelap sangat eksotis untuk Anda. Ada juga tangga-tangga dari batu dengan bentuk yang unik di dalamnya.

5. Candi Prambanan

Berkunjung ke Yogya, kurang lengkap rasanya jika tidak mampir ke Candi Prambanan. Tidak hanya sejarahnya, komplek candi megah ini dapat menjadi latar belakang pose Anda. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.

Total candi di sini berjumlah 224 buah. Hal ini menjadikan Candi Prambanan sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia. Ada patung-patung, relief, dan banyak bangunan candinya yang eksotis. Dijamin, Anda tak akan puas untuk berfoto di satu candi saja.

Untuk masuk ke candi ini dikenakan biaya Rp 30 ribu. Atau, terdapat satu paket untuk mengunjungi Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko seharga Rp 45 ribu. Selain berfoto, jangan lupa mempelajari kisah cinta Roro Jonggrang di sana. Menarik!

6. Candi Ratu Boko

Setelah dari Candi Prambanan, lanjutkan perjalanan Anda ke Candi Ratu Boko untuk kembali berpose. Candi ini memiliki komplek yang luas dan banyak bangunan yang menarik di dalamnya. Hijaunya rerumputan di sini juga cantik!

Candi ini hanya berjarak 3 km dari komplek Candi Prambanan, atau 17 km dari Kota Yogyakarta. Dengan luas 25 hektar, ada banyak tempat bagi Anda untuk berpose. Candi Ratu Boko memiliki beberapa gapura, candi, candi pembakaran untuk membakar jenazah, kolam yang luas, gua, perbukitan dan masih banyak lagi. Setiap bangunannya pun memiliki arsitektur yang berbeda-beda.

Selain arsitekturnya yang megah, Candi Ratu Boko memiliki pemandangan yang mempesona. Dari Candi Ratu Boko, Anda dapat melihat pemandangan Kota Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Gunung merapi yang megah. Saat cuaca cerah, ada sunset yang cantik dari tempat ini. Tertarik berfoto di sini?

7. Pantai-pantai di Gunungkidul

Tidak hanya candi atau bangunan bersejarah saja, Yogya juga mempunyai pantai-pantai cantik di sepanjang Kabupaten Gunungkidul. Tidak hanya satu, tapi ada sebelas pantai cantik di sini!

Terletak sekitar 2-3 jam dari Yogya, perjalanan ke pantai-pantai di Gunungkidul cukup melelahkan. Akan tetapi, pantai-pantai di sana akan membuat jatuh cinta.

Di Pantai Sundak, Anda dapat berfoto dengan tebing-tebing cantik di pinggir pantai. Jika ingin berpose di pantai berpasir putih dan juga halus, ada Pantai Krakal, Pantai Indrayanti dan Pantai Ngandong. Di Pantai Wediembo, Anda dapat berpose sambil memancing ikan dari atas batu karang. Di Pantai Sadeng ada perahu-perahu nelayan yang berjajar rapi, dan masih banyak lagi pantai-pantai cantik di Gunungkidul. Lengkap bukan?

Itulah tujuh tempat cantik di Yogya untuk kegiatan foto-foto Anda di Yogya. Mungkin, Anda akan menambah beberapa hari dari itinerary Anda karena tempat-tempat tersebut sangat memesona. Nikmati bersama, suasana Yogya!

Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161. Paket sewa mobil (sopir+BBM selama 12jam) sebesar Rp.350.000. Anda akan puas menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya. Enjoy Jogja