Surga bagi para backpacker,
itulah Yogyakarta. Akses yang mudah menuju Yogyakarta, harga-harga
makanan yang murah tetapi tetap lezat, serta penginapan cantik dengan
harga terjangkau.
Jika Anda dari ibu kota negara yaitu Jakarta,
biaya wisata di Yogyakarta selama tiga hari dua malam untuk dua orang di
kisaran Rp 500.000 per orang. Mungkin di pikiran Anda, angka itu murah
sekali. Namun, memang nyatanya wisata Yogyakarta bisa sangat murah.
Biaya
Rp 500.000 tersebut sudah termasuk transportasi pergi-pulang
Yogyakarta, penginapan, transportasi untuk berkeliling, makan, sampai
tiket obyek wisata, biaya parkir, dan bensin. Mari berhitung mulai dari
akses menuju Yogyakarta.
Ada banyak cara menuju Yogyakarta, bisa
naik pesawat, bus, maupun kereta api. Cara mudah dan murah bisa pilih
naik KA Progo ekonomi non-AC. Tiketnya di kisaran Rp 38.000 sekali
jalan. Waktu tempuh dari Jakarta ke Yogyakarta sekitar 12 jam.
Dari
Jakarta, KA Progo berangkat dari Stasiun Senen di Jakarta dan sampai di
Yogyakarta di Stasiun Lempuyangan. Maka, tiket pulang-pergi sebesar Rp
72.000. Untuk dua orang, total menjadi Rp 144.000.
Penginapan di
Yogyakarta banyak yang murah mulai dari Rp 60.000 per malam. Anda bisa
cari di daerah Sostrowijayan, Prawirotaman, dan Sosrokusuman. Biasanya
tarif penginapan di bawah Rp 90.000 adalah kamar tanpa AC alias
menggunakan kipas angin.
Jika ingin mudah akses jalan kaki ke
pusat Yogyakarta yaitu seputaran Malioboro, bisa pilih daerah
Sostrowijayan. Ambilah kisaran penginapan daerah Sostrowijayan di angka
Rp 80.000 per kamar per malam. Satu kamar bisa untuk dua orang. Total
untuk dua malam adalah Rp 160.000.
Nah, urusan perut tak perlu
khawatir. Angkringan dengan nasi kucing yang terkenal murah meriah.
Tentu tak cukup satu bungkus nasi kucing. Saking murahnya, uang Rp 5.000
di Yogyakarta pun sebenarnya cukup untuk mengenyangkan perut Anda.
Maka, sekali makan
untuk dua orang adalah Rp 10.000. Jika dihitung untuk tiga kali makan
siang dan dua kali makan malam, total adalah Rp 50.000. Lebihkan bujet
makan sebesar Rp 50.000 untuk sarapan di luar penginapan, camilan, dan
makanan yang lebih mahal. Total keseluruhan untuk makanan sekitar Rp
100.000.
Untuk transportasi keliling Yogyakarta, agar mudah sewa
saja motor. Sewa motor sehari sekitar Rp 40.000. Anda bisa membawanya
sendiri dan berboncengan. Lalu jika lelah, bisa membawanya bergantian.
Total untuk sewa selama tiga hari adalah Rp 120.000 belum termasuk
bensin.
Anggarkan bensin, uang parkir, dan obyek wisata. Bujetkan
saja sekitar Rp 400.000. Jika diperkirakan bensin sehari habis sekitar
Rp 20.000, maka dalam tiga hari sekitar Rp 60.000. Anda masih ada sisa
uang Rp 340.000 untuk tiket obyek wisata dan parkir.
Sebagai
gambaran, tiket masuk museum di Yogyakarta di kisaran Rp 2.000-Rp 15.000
(kecuali Museum Ullen Sentalu di kisaran Rp 25.000), Taman Wisata candi
(Borobudur, Prambanan, Ratu Boko) di kisaran Rp 15.000-Rp 30.000,
pantai di Yogyakarta di kisaran mulai dari Rp 3.500, Kraton Yogyakarta
dan Taman Sari di kisaran Rp 5.000-Rp 7.000.
Sumber: KOMPAS.com
Total Tayangan Halaman
Tampilkan postingan dengan label Rental Sepeda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rental Sepeda. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 November 2012
Senin, 08 Oktober 2012
Pantai Siung nan secantik Kuta
Bukan hanya Pulau Bali yang memiliki jejeran pantai berpasir putih, Propinsi D.I. Yogyakarta pun memiliki jejeran pantai indah berpasir putih di sepanjang pesisir pantai selatan Kabupaten Gunung Kidul. Salah satu pantai berpasir putih yang pantas dijadikan sebagai referensi adalah Pantai Siung yang tepatnya terletak di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul, DIY.
Pantai dengan tebing
karang tinggi ini wajar bila lantas menjadi pantai favorit. Selain
keindahannya, pantai ini didukung oleh suasananya yang tenang. Maklum
saja, karena bukan objek wisata utama, seperti Baron, Sundak atau pantai
Kukup, Pantai Siung memang cenderung lebih senyap.
Letaknya
yang harus ditempuh perjalanan selama 2,5 jam dari Jogja dengan
kendaraan bermotor mungkin juga penyebab sedikitnya wisatawan yang
mampir ke daerah ini. Hal itulah yang akhirnya semakin menggugah hasrat
trulyjogja.com untuk mengisi suatu weekend dengan camping hura-hura di sana. Membayangkan memiliki pantai indah itu sendirian sepanjang malam.
Sepanjang
perjalanan menuju Pantai Siung kami sudah dimanja dengan hamparan bukit
bertanah merah dengan pepohonan jati yang meranggas karena kemarau
panjang. Namun sebenarnya di musim hujan, daerah ini akan tampak jauh
lebih hijau.
Di
sinilah nilai lebih kabupaten Gunung Kidul, walaupun terkenal sebagai
daerah tandus dengan musim keringnya yang panjang namun tidak lantas
menjadikan kawasan ini tanpa daya tarik. Setelah menempuh perjalanan
selama hampir dua setengah jam melewati berbagai tanjakan dan kelokan,
akhirnya hamparan pantai berpasir putih pun terlihat.
Begitu
memasuki area parkir, para pengunjung akan langsung disambut oleh
tebing dan karang yang tinggi. Berbeda dengan pantai lain di Jogja,
suguhan Pantai Siung tak hanya berupa pasir putih dan air laut yang
tenang. Jajaran tebing-tebing yang mengelilingi pantai layak untuk
ditaklukkan.
Dengan
sedikit mendaki, pemandangan yang didapat akan meninggalkan kesan
tersendiri. Bahkan terdapat sebuah tempat yang tersembunyi di balik
tebing-tebing, dengan hamparan rumput yang lumayan luas dan sebuah gazebo tradisional. Laut yang luas dengan bingkai tebing pun menjadi latar belakang pemandangan di sana.
Pesona
tebing karang yang ditawarkan oleh Pantai Siung inilah yang akhirnya
menobatkan objek wisata pantai Siung sebagai kawasan wisata minat khusus
panjat tebing, yang diidentifikasikan secara simbolik dengan rumah
panggung bernama Pondok Pemanjat, tempat khusus bagi para pemanjat yang
ingin menjajal kemampuannya di sini. Selain fasilitas untuk para
pemanjat, tersedia pula Ground Camp bagi pencinta kegiatan berkemah.
Pantai
Siung memang tempat yang tepat untuk bersenang-senang dengan alam. Tapi
jika Anda seseorang yang sangat gemar bermain air dan berlarian
mengejar ombak di pinggir pantai pasir, jangan terlalu berharap banyak
dari pantai ini. Sepanjang pinggir pantai tidak dibingkai oleh pasir
putih nan halus melainkan karang dan bebatuan laut yang kurang
bersahabat dengan telapak kaki kita. Solusinya, jangan lepaskan sandal
anda. Namun justru karang-karang inilah yang mengamankan Pantai Siung
dari terjangan langsung ombak besar, yang mungkin menyeret para
penggemar air yang nekat.
Karang-karang
tersebut berfungsi sebagai pemecah gelombang alami. Seorang teman yang
juga gemar mengajak keluarganya bersahabat dengan alam menyatakan
kesannya tentang Pantai ini “Dulu Pantai Siung jauh lebih indah, ketika
pertama kali diresmikan, ikan-ikan terlihat berenang bebas di lautan
bahkan dari jarak yang cukup dekat. Namun walaupun begitu, pantai Siung
memang menarik dan memiliki magnet kuat untuk menarik kita kembali
lagi.”
Melihat
jauhnya perjalanan menuju ke Pantai Siung, tak ayal banyak yang memilih
untuk berkemah di lokasi ini dibandingkan harus berangkat dan pulang
dalam satu hari. Dengan berkemah, mereka juga mendapat banyak kegiatan
tambahan. Mulai dari melihat sunset, moonrise, hingga berburu gurita di
malam hari dengan bantuan obor. (rn)
Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161. Paket sewa tour (mobil+sopir+BBM) sebesar Rp.400.000. Anda akan puas selama 12 jam menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya.
Kami dapat mengantar Anda sekaligus disediakan guide gratis, masih ditambah bonus konsultasi seputar obyek wisata yang Anda ingin kunjungi.
Enjoy Jogja
Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161. Paket sewa tour (mobil+sopir+BBM) sebesar Rp.400.000. Anda akan puas selama 12 jam menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya.
Kami dapat mengantar Anda sekaligus disediakan guide gratis, masih ditambah bonus konsultasi seputar obyek wisata yang Anda ingin kunjungi.
Enjoy Jogja
Selasa, 25 September 2012
Empat dari 10 Desa Wisata Terbaik Berasal dari Yogyakarta
Jakarta - Untuk mengapresisasi perkembangan desa wisata di
Indonesia, Kemenparekraf menganugerahkan penghargaan kepada yang
terbaik. Faktanya, 4 di antara 10 desa wisata terbaik ada di Yogyakarta.
Keren!
Acara Penghargaan Desa Wisata 2012 diadakan hari ini, Selasa (25/9/2012) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, memberi penghargaan kepada 10 desa wisata dengan perkembangan terbaik.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendominasi dengan adanya 4 desa wisata asal Yogyakarta dari 10 kandidat yang ada. Ini bukan tanpa sebab. Desa-desa pariwisata di DIY memiliki perkembangan yang signifikan dan menggembirakan.
"Yogyakarta sudah memiliki desa wisata sejak tahun 1999 atau 2000-an," ujar Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmansyah Rahim, sekaligus sebagai ketua penyelenggara acara Penghargaan Desa Wisata 2012 kepada detikTravel seusai acara.
Menurut Firmansyah, wisatawan banyak yang datang ke Yogyakarta dan Jawa Tengah dan memilih tinggal di kawasan yang kini jadi daerah desa wisata. Namun karena masyarakat setempat belum mengerti seberapa besar potensi sebuah desa jadi desa wisata, maka mereka belum terlalu mengembangkan desa mereka.
Meski begitu, mereka sudah memiliki bibit yang baik. Jadi, saat desa-desa tersebut sudah diberi bantuan dan dikenalkan dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri pariwisata, desa-desa ini sudah bisa maju lebih cepat dibanding yang lainnya.
4 Desa wisata yang masuk nominasi 10 besar antara lain Desa Bejiharjo yang jadi pemenang pertama, Desa Banjarsari yang jadi pemenang kedua, Desa Karangtengah yang jadi harapan 6 dan Desa Kembangarum yang jadi nominasi penghargaan khusus. Selamat!
Sumber: detik travel
Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161. Paket sewa mobil (sopir+BBM selama 12jam) sebesar Rp.400.000. Anda akan puas menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya.
Kami dapat mengantar Anda sekaligus disediakan guide gratis, masih ditambah bonus konsultasi seputar obyek wisata yang Anda butuhkan.
Enjoy Jogja
Acara Penghargaan Desa Wisata 2012 diadakan hari ini, Selasa (25/9/2012) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, memberi penghargaan kepada 10 desa wisata dengan perkembangan terbaik.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendominasi dengan adanya 4 desa wisata asal Yogyakarta dari 10 kandidat yang ada. Ini bukan tanpa sebab. Desa-desa pariwisata di DIY memiliki perkembangan yang signifikan dan menggembirakan.
"Yogyakarta sudah memiliki desa wisata sejak tahun 1999 atau 2000-an," ujar Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmansyah Rahim, sekaligus sebagai ketua penyelenggara acara Penghargaan Desa Wisata 2012 kepada detikTravel seusai acara.
Menurut Firmansyah, wisatawan banyak yang datang ke Yogyakarta dan Jawa Tengah dan memilih tinggal di kawasan yang kini jadi daerah desa wisata. Namun karena masyarakat setempat belum mengerti seberapa besar potensi sebuah desa jadi desa wisata, maka mereka belum terlalu mengembangkan desa mereka.
Meski begitu, mereka sudah memiliki bibit yang baik. Jadi, saat desa-desa tersebut sudah diberi bantuan dan dikenalkan dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri pariwisata, desa-desa ini sudah bisa maju lebih cepat dibanding yang lainnya.
4 Desa wisata yang masuk nominasi 10 besar antara lain Desa Bejiharjo yang jadi pemenang pertama, Desa Banjarsari yang jadi pemenang kedua, Desa Karangtengah yang jadi harapan 6 dan Desa Kembangarum yang jadi nominasi penghargaan khusus. Selamat!
Sumber: detik travel
Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161. Paket sewa mobil (sopir+BBM selama 12jam) sebesar Rp.400.000. Anda akan puas menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya.
Kami dapat mengantar Anda sekaligus disediakan guide gratis, masih ditambah bonus konsultasi seputar obyek wisata yang Anda butuhkan.
Enjoy Jogja
Minggu, 02 September 2012
Satu lagi, tempat exotic di Jogja...Pantai Kuwaru !
Alasan wisatawan banyak datang ke Pantai Kuwaru, selain memiliki panorama
yang indah sekaligus alternatif tempat kuliner laut, cuaca Pantai
Kuwaru termasuk sejuk. Tak seperti kebanyakan pantai yang gersang dengan
udara panas menyengat, di pantai ini tumbuh banyak pohon akasia dan
pohon cemara. Pepohonan ini memang sengaja ditanam untuk megurangi
abrasi yang dari tahun ke tahun semakin parah.
Berkunjung ke pantai memang tak lengkap jika tidak
bermain air, apalagi saat ombak datang dan menyentuh tubuh kita tentu
menyenangkan sekali. Meski demikian demi keselamatan anda sendiri
sebaiknya jangan mandi atau berenang sampai ke tengah laut. Untuk
membersihkan diri dari air laut atau pasir yang menempel, di sekitar
pantai terdapat sejumlah kamar mandi umum.
Bermain
ombak atau sekadar duduk-duduk di pinggir pantai menikmati birunya laut
dan ombak yang berkejaran bisa menjadi obat mujarab untuk menghilangkan
kepenatan anda yang sehari-hari disibukkan dengan rutinitas kerja atau
belajar.
Anda tidak saja dapat bermain
air sepuasnya, jika perut terasa lapar di areal Pantai Kuwaru
banyak penjual yang menjajakan beragam jenis makanan mulai dari snack
kemasan pabrik, kue tradisional hingga gorengan. Untuk anda yang
kehausan pun tersedia banyak pilihan, aneka es hingga ronde banyak
dijumpai. Menurut para pedagang yang berada di sekitar pantai, jumlah
pengunjung yang datang tetap lumayan meskipun saat itu bukan musim
liburan atau hari minggu sehingga mereka tidak khawatir akan merugi.
Selain itu, di sekitar pantai terdapat beberapa warung makan yang siap
mengolah aneka hasil laut. Ikan segar hasil tangkapan para nelayan ini
bisa anda nikmati dalam aneka masakan. Soal harga tentu jauh lebih murah
dibandingkan dengan restoran seafood di kota. Melihat potensi hasil
laut yang besar, tak heran jika ke depannya Pantai Kuwaru akan
dikembangkan menjadi dermaga pelabuhan ikan yang terintegrasi.
Untuk berkunjung ke pantai ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161. Paket sewa mobil (sopir+BBM selama 12jam) sebesar Rp.350.000. Anda akan puas menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya.
Minggu, 19 Agustus 2012
Indrayanti, Pantai yang Cantik dan Exotik
Pantai Indrayanti bisa dikatakan sebagai pantai baru di
Yogyakarta, karena baru dibuka dua tahun kemarin sebagai tempat wisata. Walaupun
baru, namun pantai ini menawarkan berbagai keindahan pantai dan ombak yang tak
kalah menariknya dan wajib anda kunjungi. Sebenarnya pantai ini masih termasuk
kawasan Pantai Sundak, namun karena pengunjung dan masyarakat sekitarnya
menyebutnya Pantai Indrayanti. Nama ini diberikan oleh pengelola pantai karena
salah satu usaha jetski bernama Indrayanti.
Di Pantai
ini memiliki resort yang menawarkan permainan jetski?? Yah, satu - satunya
permainan jetski yang ada di pantai seluruh Yogyakarta, cuma ada di pantai ini.
Selain jetski ada juga bisa menggunakan alat menyelam untuk melihat keindahan
laut.
Di Pantai Indrayanti ini, Anda juga dapat berwisata kuliner bersama teman dan keluarga. Segera kontak kami untuk mengantar anda menikmati pantai nan cantik dan exotik ini. Kontak kami Exotica Jogja di 0274 717 6161.
Langganan:
Postingan (Atom)





