Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pantai Gunungkidul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantai Gunungkidul. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

Memandang Kota Jogja dari Gunung Api Purba

menyinari manusia yang ingin menikmati pergantian antara cahaya bintang-bulan bergantikan dengan cahaya matahari. Di  Yogyakarta, tepatnya di Gunung Kidul, ada satu tempat dimana Anda dapat menjadi saksi pertukaran antara malam dan pagi, dan menjadi saksi hilangnya cahaya bulan-bintang dengan cahaya yang tak kalah indah, tempat itu bernama Gunung Api Purba, yang berlokasi di desa Nglanggeran, kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta.
13596317181086279665Gambar: Tampak Bentuk Gunung Api Purba
Gunung Api Purba Nglanggeran berasal dari kata Planggaran yang mempunyai makan sertiap ada perilaku jahat pasti tertangkap/ketahuan. Ada yang menuturkan Gunung Nglanggeran berasal dari kata Langgeng yang artinya aman dan tentram. Kawasan ekowisata Gunung Api Purba ini dikelola oleh pemuda karang taruna setempat. Selain menikmati pemandangan Yogyakarta dari puncak Gunung Api Purba, ada juga dapat menikmat bentangan sawah yang menyegarkan mata Anda saat menuju ke kawasan Gunung Api Purba. Gunung Api Purba ini memiliki lima puncak yaitu Puncak Gunung Kelir, Puncak Gunung Gedhe, Kawah Gunung Api Purba, Gunung Burhu, dan Gunung Blencong.
13596320741928404102
Gambar: Bentangan Sawah Menuju Gunung Api Purba.
Jarak lokasi Gunung Api Purba dari bandara interansional Adi Sutjipto hanya berkisar 20+KM, dapat ditempuh hanya 30 menit saja. Tiket masuk pun cukup murah, hanya dengan mengeluarkan uang Rp, 3.000 saja Anda sudah dapat mendaki dan sampai pada puncak untuk menikmati pemandangan Yogyakarta dari puncak.

Dari atas Gunung Api Purba ini kita dapat menyaksikan secara utuh luasnya keindahan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dari Atas sini kita bisa menyaksikan Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu yang eksotis. Namun sayang ketika saya berkunjung ke tempat ini tiba-tiba turun hujan yang menggagalkan rencana saya melihat Gunung Merapi membuka bajunya dari balutan kabutan awan putih.

Jadi, jika Anda berkunjung ke Yogyakarta jangan sungkan untuk mengunjungi Gunung Api Purba ini, setelah Anda puas menyaksikan keindahan dari Puncak Gunung Api Purba, Anda dapat melanjutkan perjalanan Anda di Gunung Kidu dengan mengunjungi eksotisme pantai-pantainya yang indah dan terkenal.
Sumber: kompasiana.kompas

Jumat, 01 Februari 2013

Makan belalang goreng, kuliner khas Gunungkidul

Gunungkidul menjadi daerah yang jangan dilewatkan, saat berakhir pekan di DI Yogyakarta. Traveler bisa melakukan banyak hal di sini. Inilah 5 kegiatan seru yang harus Anda coba saat berlibur ke Gunungkidul.

Bosan hanya ke Malioboro dan Pantai Parangtritis saat akhirr pekan di DI Yogyakarta? Cobalah bergeser ke Gunungkidul. Ada banyak kegiatan seru yang bisa mewarnai libur akhir pekan Anda. Dihimpun detikTravel, Jumat (1/2/2013), berikut adalah kegiatan yang harus Anda coba di Gunungkidul:

1. Makan belalang goreng

Wisata kuliner dan mencicipi makanan khas, harus masuk dalam daftar kegiatan perjalanan Anda di Gunungkidul. Di daerah Wonosari ada belalang goreng yang menjadi cemilan.

Kalau baru pertama kali melihatnya, pasti Anda akan merasa geli dan aneh. Tapi itu tidak akan terjadi kalau cemilan belalang goreng sudah mendarat di mulut Anda. Kriuk, kriuk, maknyus!

Renyahnya belalang goreng dijamin membuat Anda ketagihan. Selain itu, kuliner ini pun mengandung protein yang baik untuk tubuh.

Anda bisa dengan mudah menemukan cemilan khas Gunungkidul ini. Di sepanjang jalan Wonosari ada banyak warung yang menjual berbagai cemilan hasil olahan belalang. Mulai dari belalang yang belum digoreng sampai yang sudah siap santap, bisa Anda beli. Harganya pun beragam sesuai dengan ukuran.

2. Jelajah pantai

Keindahan dan keeksotisan deret pantai di Gunungkidul sudah tersohor ke telinga wisatawan. Ya, setidaknya ada sekitar 12 pantai cantik yang menghiasi daerah ini.

Jelajah pantai, bisa Anda mulai dengan pergi ke Pantai Baron. Ya, pantai ini berada paling dekat dengan pintu masuk kawasan pantai Gunungkidul. Selanjutnya Anda bisa ke Pantai Kukup yang berada sekitar 1 km dari Pantai Baron. Pantai ini digadang-gadang sebagai saingan Tanah Lot di Bali.

Kembali, melewati jalan yang menanjak dan berliku, traveler bisa melihat lebih banyak lagi pantai nan indah. Setelah Pantai Kukup, silakan lanjut ke Pantai Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Siung, Wediombo, dan Sadeng.

Selain itu, masih ada Pantai Indrayanti yang mirip Pantai Kuta di Bali, Pantai Ngobaran dan Ngrenehan di Desa Kanigoro, dan Pantai Jungwok. Dijamin pantai-pantai ini akan membuat liburan Anda semakin seru.

3. Cave tubing di Gua Pindul

Masih wisata gua, di Gunungkidul juga terdapat Gua Pindul. Di gua ini wisatawan akan diajak menyusuri gua yang dialiri sungai sambil menikmati keindahan stalagtit dan stalagmit. Kegiatan ini disebut cave tubing.

Gua ini berlokasi di Desa Bejiharjo, Karang Mojo, Gunungkidul. Traveler akan diajak masuk menyusuri bagian dalam gua. Konon, ada stalagmit yang bila disentuh bisa membuat pria perkasa. Selain itu, ada pula stalagtit yang meneteskan air awet muda.

Menyusuri Gua Pindul, tidak akan membuat Anda bosan karena terdapat ornamen di sepanjang dinding gua serta kelelawar yang bergantungan. Di bagian ujung gua, traveler bisa menikmati segarnya berenang dan bermain di Gua Pindul.

4. Makan malam di Bukit Bintang

Puas menjelajah kawasan Gunungkidul, sebelum pulang Anda wajib menikmati makan malam di Bukit Bintang. Inilah panorama paling cantik dan romantis, terlebih saat malam hari di Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Bukit Bintang di Pathuk, Gunungkidul, banyak warung di pinggir jalannya dan ada beberapa warung makan lesehan. Anda dapat melihat pemandangan Yogyakarta dari ketinggian. Ketika malam hari lampu-lampu Kota Yogyakarta yang menyala menambah suasana menjadi indah.

Semakin malam, suasana makin ramai. Rumah makan di sini juga mempercantik tampilannya dengan lampu-lampu. Tidak hanya di rumah makannya, ada pula para pengendara motor yang berhenti di pinggir jalan sambil menikmai jagung bakar.

Udara malam nan sejuk, akan membawa Anda ke dalam suasana nyaman. Sesi mengobrol dengan teman atau keluarga di Bukit Bintang pun tak akan terasa. Kalau sudah begini jangan sampai Anda lupa waktu ya.

Sabtu, 17 November 2012

Kenapa tidak ke Jogja?

Surga bagi para backpacker, itulah Yogyakarta. Akses yang mudah menuju Yogyakarta, harga-harga makanan yang murah tetapi tetap lezat, serta penginapan cantik dengan harga terjangkau.
Jika Anda dari ibu kota negara yaitu Jakarta, biaya wisata di Yogyakarta selama tiga hari dua malam untuk dua orang di kisaran Rp 500.000 per orang. Mungkin di pikiran Anda, angka itu murah sekali. Namun, memang nyatanya wisata Yogyakarta bisa sangat murah.
Biaya Rp 500.000 tersebut sudah termasuk transportasi pergi-pulang Yogyakarta, penginapan, transportasi untuk berkeliling, makan, sampai tiket obyek wisata, biaya parkir, dan bensin. Mari berhitung mulai dari akses menuju Yogyakarta.
Ada banyak cara menuju Yogyakarta, bisa naik pesawat, bus, maupun kereta api. Cara mudah dan murah bisa pilih naik KA Progo ekonomi non-AC. Tiketnya di kisaran Rp 38.000 sekali jalan. Waktu tempuh dari Jakarta ke Yogyakarta sekitar 12 jam.

Dari Jakarta, KA Progo berangkat dari Stasiun Senen di Jakarta dan sampai di Yogyakarta di Stasiun Lempuyangan. Maka, tiket pulang-pergi sebesar Rp 72.000. Untuk dua orang, total menjadi Rp 144.000.
Penginapan di Yogyakarta banyak yang murah mulai dari Rp 60.000 per malam. Anda bisa cari di daerah Sostrowijayan, Prawirotaman, dan Sosrokusuman. Biasanya tarif penginapan di bawah Rp 90.000 adalah kamar tanpa AC alias menggunakan kipas angin.
Jika ingin mudah akses jalan kaki ke pusat Yogyakarta yaitu seputaran Malioboro, bisa pilih daerah Sostrowijayan. Ambilah kisaran penginapan daerah Sostrowijayan di angka Rp 80.000 per kamar per malam. Satu kamar bisa untuk dua orang. Total untuk dua malam adalah Rp 160.000.
Nah, urusan perut tak perlu khawatir. Angkringan dengan nasi kucing yang terkenal murah meriah. Tentu tak cukup satu bungkus nasi kucing. Saking murahnya, uang Rp 5.000 di Yogyakarta pun sebenarnya cukup untuk mengenyangkan perut Anda.
Maka, sekali makan untuk dua orang adalah Rp 10.000. Jika dihitung untuk tiga kali makan siang dan dua kali makan malam, total adalah Rp 50.000. Lebihkan bujet makan sebesar Rp 50.000 untuk sarapan di luar penginapan, camilan, dan makanan yang lebih mahal. Total keseluruhan untuk makanan sekitar Rp 100.000.
Untuk transportasi keliling Yogyakarta, agar mudah sewa saja motor. Sewa motor sehari sekitar Rp 40.000. Anda bisa membawanya sendiri dan berboncengan. Lalu jika lelah, bisa membawanya bergantian. Total untuk sewa selama tiga hari adalah Rp 120.000 belum termasuk bensin.
Anggarkan bensin, uang parkir, dan obyek wisata. Bujetkan saja sekitar Rp 400.000. Jika diperkirakan bensin sehari habis sekitar Rp 20.000, maka dalam tiga hari sekitar Rp 60.000. Anda masih ada sisa uang Rp 340.000 untuk tiket obyek wisata dan parkir.
Sebagai gambaran, tiket masuk museum di Yogyakarta di kisaran Rp 2.000-Rp 15.000 (kecuali Museum Ullen Sentalu di kisaran Rp 25.000), Taman Wisata candi (Borobudur, Prambanan, Ratu Boko) di kisaran Rp 15.000-Rp 30.000, pantai di Yogyakarta di kisaran mulai dari Rp 3.500, Kraton Yogyakarta dan Taman Sari di kisaran Rp 5.000-Rp 7.000.

Sumber: KOMPAS.com

Senin, 08 Oktober 2012

Pantai Siung nan secantik Kuta


Bukan hanya Pulau Bali yang memiliki jejeran pantai berpasir putih, Propinsi D.I. Yogyakarta pun memiliki jejeran pantai indah berpasir putih di sepanjang pesisir pantai selatan Kabupaten Gunung Kidul. Salah satu pantai berpasir putih yang pantas dijadikan sebagai referensi adalah Pantai Siung yang tepatnya terletak di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul, DIY.

Pantai dengan tebing karang tinggi ini wajar bila lantas menjadi pantai favorit. Selain keindahannya, pantai ini didukung oleh suasananya yang tenang. Maklum saja, karena bukan objek wisata utama, seperti Baron, Sundak atau pantai Kukup, Pantai Siung memang cenderung lebih senyap.

Letaknya yang harus ditempuh perjalanan selama 2,5 jam dari Jogja dengan kendaraan bermotor mungkin juga penyebab sedikitnya wisatawan yang mampir ke daerah ini. Hal itulah yang akhirnya semakin menggugah hasrat trulyjogja.com untuk mengisi suatu weekend dengan camping hura-hura di sana. Membayangkan memiliki pantai indah itu sendirian sepanjang malam.

Sepanjang perjalanan menuju Pantai Siung kami sudah dimanja dengan hamparan bukit bertanah merah dengan pepohonan jati yang meranggas karena kemarau panjang. Namun sebenarnya di musim hujan, daerah ini akan tampak jauh lebih hijau.

Di sinilah nilai lebih kabupaten Gunung Kidul, walaupun terkenal sebagai daerah tandus dengan musim keringnya yang panjang namun tidak lantas menjadikan kawasan ini tanpa daya tarik. Setelah menempuh perjalanan selama hampir dua setengah jam melewati berbagai tanjakan dan kelokan, akhirnya hamparan pantai berpasir putih pun terlihat.

Begitu memasuki area parkir, para pengunjung akan langsung disambut oleh tebing dan karang yang tinggi. Berbeda dengan pantai lain di Jogja, suguhan Pantai Siung tak hanya berupa pasir putih dan air laut yang tenang. Jajaran tebing-tebing yang mengelilingi pantai layak untuk ditaklukkan.

Dengan sedikit mendaki, pemandangan yang didapat akan meninggalkan kesan tersendiri. Bahkan terdapat sebuah tempat yang tersembunyi di balik tebing-tebing, dengan hamparan rumput yang lumayan luas dan sebuah gazebo tradisional. Laut yang luas dengan bingkai tebing pun menjadi latar belakang pemandangan di sana.

Pesona tebing karang yang ditawarkan oleh Pantai Siung inilah yang akhirnya menobatkan objek wisata pantai Siung sebagai kawasan wisata minat khusus panjat tebing, yang diidentifikasikan secara simbolik dengan rumah panggung bernama Pondok Pemanjat, tempat khusus bagi para pemanjat yang ingin menjajal kemampuannya di sini. Selain fasilitas untuk para pemanjat, tersedia pula Ground Camp bagi pencinta kegiatan berkemah.

Pantai Siung memang tempat yang tepat untuk bersenang-senang dengan alam. Tapi jika Anda seseorang yang sangat gemar bermain air dan berlarian mengejar ombak di pinggir pantai pasir, jangan terlalu berharap banyak dari pantai ini. Sepanjang pinggir pantai tidak dibingkai oleh pasir putih nan halus melainkan karang dan bebatuan laut yang kurang bersahabat dengan telapak kaki kita. Solusinya, jangan lepaskan sandal anda. Namun justru karang-karang inilah yang mengamankan Pantai Siung dari terjangan langsung ombak besar, yang mungkin menyeret para penggemar air yang nekat.

Karang-karang tersebut berfungsi sebagai pemecah gelombang alami. Seorang teman yang juga gemar mengajak keluarganya bersahabat dengan alam menyatakan kesannya tentang Pantai ini “Dulu Pantai Siung jauh lebih indah, ketika pertama kali diresmikan, ikan-ikan terlihat berenang bebas di lautan bahkan dari jarak yang cukup dekat. Namun walaupun begitu, pantai Siung memang menarik dan memiliki magnet kuat untuk menarik kita kembali lagi.”

Melihat jauhnya perjalanan menuju ke Pantai Siung, tak ayal banyak yang memilih untuk berkemah di lokasi ini dibandingkan harus berangkat dan pulang dalam satu hari. Dengan berkemah, mereka juga mendapat banyak kegiatan tambahan. Mulai dari melihat sunset, moonrise, hingga berburu gurita di malam hari dengan bantuan obor. (rn)

Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161. Paket sewa tour (mobil+sopir+BBM) sebesar Rp.400.000. Anda akan puas selama 12 jam menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya. 

Kami dapat mengantar Anda sekaligus disediakan guide gratis, masih ditambah bonus konsultasi seputar obyek wisata yang Anda ingin kunjungi.
Enjoy Jogja

Selasa, 25 September 2012

Empat dari 10 Desa Wisata Terbaik Berasal dari Yogyakarta

Jakarta - Untuk mengapresisasi perkembangan desa wisata di Indonesia, Kemenparekraf menganugerahkan penghargaan kepada yang terbaik. Faktanya, 4 di antara 10 desa wisata terbaik ada di Yogyakarta. Keren!

Acara Penghargaan Desa Wisata 2012 diadakan hari ini, Selasa (25/9/2012) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, memberi penghargaan kepada 10 desa wisata dengan perkembangan terbaik.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendominasi dengan adanya 4 desa wisata asal Yogyakarta dari 10 kandidat yang ada. Ini bukan tanpa sebab. Desa-desa pariwisata di DIY memiliki perkembangan yang signifikan dan menggembirakan.

"Yogyakarta sudah memiliki desa wisata sejak tahun 1999 atau 2000-an," ujar Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmansyah Rahim, sekaligus sebagai ketua penyelenggara acara Penghargaan Desa Wisata 2012 kepada detikTravel seusai acara.

Menurut Firmansyah, wisatawan banyak yang datang ke Yogyakarta dan Jawa Tengah dan memilih tinggal di kawasan yang kini jadi daerah desa wisata. Namun karena masyarakat setempat belum mengerti seberapa besar potensi sebuah desa jadi desa wisata, maka mereka belum terlalu mengembangkan desa mereka.

Meski begitu, mereka sudah memiliki bibit yang baik. Jadi, saat desa-desa tersebut sudah diberi bantuan dan dikenalkan dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri pariwisata, desa-desa ini sudah bisa maju lebih cepat dibanding yang lainnya.

4 Desa wisata yang masuk nominasi 10 besar antara lain Desa Bejiharjo yang jadi pemenang pertama, Desa Banjarsari yang jadi pemenang kedua, Desa Karangtengah yang jadi harapan 6 dan Desa Kembangarum yang jadi nominasi penghargaan khusus. Selamat!

Sumber: detik travel

Untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata ini, pastikan Anda mengontak kami, Exotica Jogja di telepon 0274-7176161. Paket sewa mobil (sopir+BBM selama 12jam) sebesar Rp.400.000. Anda akan puas menjelajahi exotisme Jogja ke pelosok-pelosok yang belum anda kenal sebelumnya. 

Kami dapat mengantar Anda sekaligus disediakan guide gratis, masih ditambah bonus konsultasi seputar obyek wisata yang Anda butuhkan.
Enjoy Jogja

Sabtu, 15 September 2012

Pantai exotic: Sundak!




"Pantai ini masih perawan!" satu kalimat yang terbesit dalam pikiran kita ketika pertama kali sampai di Pantai Sundak. Pengunjung jarang mendatangi tempat wisata ini karena memang belum terkenal, tapi keeksotisannya tidak kalah dengan pantai-pantai lain yang masih menawan. Pantai ini merupakan pantai yang wajib dikunjungi oleh d'traveler.
Untuk menikmati exotica pantai ini, kami dapat mengantar Anda sekaligus disediakan guide. Segera hubungi kami di nomor telepon 02747176161. Dengan Rp.350.000 Anda dapat menyewa mobil selama 12 jam.